Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
-= Episode 02 =-
Menggemaskan sekali.
Apaan sih?
Hei, ayo sekali lagi!
Sepertinya ketahuan.
Kau kenapa?
Kenapa teleponku tidak diangkat?
Aku lagi kerja.
Jelas-jelas kau lagi joget-joget.
Aku juga ada kerja, oke?
Kenapa ke sini? Katanya kau mau main ke klub.
Ini aku sudah datang, 'kan?
Dengar-dengar katanya ada peresmian klub baru di sini jadi aku ke sini mau lihat-lihat. Sepertinya kualitasnya gak gitu oke.
Aku! Laguku!
Keluar, keluar, keluar.
Susah payah aku berhasil melarikan diri dari sana.
Kerjaanku masih belum selesai nih!
Sudah hampir selesai, tidak usah khawatir.
Kau pulanglah, telah menyusahkanmu.
Seperti ini sungguh jauh lebih cepat.
Pantesan saja dari tadi aku lipat dan lem satu-satu tapi kok sepertinya tidak berkurang jumlahnya?
Ya, 'kan?
Otak itu untuk dipakai.
Kau sungguh mau begitu?
Rasanya seperti sebongkah batu melayang ke sini.
Keras banget!
Sini kau!
Dasar!
Jika kau sampai ketangkap olehku....
=Lantai 12.=
=Pintu akan ditutup.=
Dasar!
- Yoon Daeri-nim! - Omo! Omo!
Yoon Daeri-nim!
Di sini!
Ternyata kau masih di sini.
Yoon Daeri-nim.
Kenapa kau ke sini?
Aku punya feeling kau masih di sini.
Sungkan rasanya membiarkanmu kerja sendirian.
Tidak apa-apa.
Aku sudah hampir selesai juga.
Sana terlalu berantakan, duduk sini saja.
Biar aku membantumu.
Sambil beres-beres sambil ngobrol.
Tidak usah.
Kau tidak usah khawatir.
Besok pagi waktu kerja saja kita bereskan.
Kenapa?
Di karaoke sangat tidak menyenangkan ya?
Sungguh menyebalkan.
Betapa menjijikkannya perilaku mereka seperti itu.
Aku sampai merinding.
Salahku, tidak seharusnya kuserahkan padamu.
Jika Daeri-nim yang ke sana, dia akan bertingkah lebih menjijikkan lagi.
Karena pada dasarnya kau tuh tidak bisa menolak.
Gong Chajang akan semakin menjadi-jadi padamu, Daeri-nim.
Lain kali biar aku yang pasang badan untukmu.
Lupakan saja kejadian hari ini.
Daeri-nim, mulai sekarang jangan biarkan dia lagi.
Dan selalu menggunakan masalah kau putus dengan pacarmu untuk mengejekmu.
Kenapa sih kau cuma diam dan mendengarkannya saja?
Kalau itu aku sudah pasti aku tidak akan bisa menahan diri.
Coba, sudah pasti Daeri-nim sedih sekali.
Kau sangat menyukai cowok itu.
Mana ada aku?
Anu...
Belum sampai level "suka sampai setengah mati" begitu.
Saat sepasang pria dan wanita pacaran,
pasti ada masa-masa bahagianya.
- Ya 'kan? - Seperti itu.
Karena itu maksudku...
Semoga Daeri-nim memiliki kesempatan untuk mencicipi sebuah percintaan yang manis.
- Kau mabuk sekali. - Aku tidak mabuk.
Ayo berdiri! Kau bisa pulang sendiri?
Berdiri!
- Daeri-nim biar kubantu kau sedikit... - Kau bisa pulang sendiri?
- Aku pulang setelah selesai membantumu. - Ayo, ayo.
Kau berdiri di sini jangan gerak-gerak. Hadap sebelah sini.
Aku ambil tasku dulu habis itu kita cabut.
Kalau begitu berarti kau harus menyelesaikannya seorang diri?
Tidak usah, tidak usah.
Tidak usah.
Kita bereskan besok pagi saja waktu kerja.
Daeri-nim, biar aku matiin lampu dulu.
Biar aku saja. Tunggu!
Sial.
Kenapa sih ngotot banget mau matiin lampu?
Aigoo, pinggangku.
=Pintu sudah dikunci.=
Aku tidak apa-apa, Daeri-nim.
Sadarkan dirimu.
Biar aku panggil taksi.
Tidak, tidak, biar aku saja.
Biar aku saja.
- Kau juga harus manggil mobil. - Aku harus mampir ke suatu tempat.
Toko temanku.
Oh tempat itu. Nama pemilik toko itu adalah....
- Seo Kyeong Seon. - Benar, benar.
- Kau itu berteman baik dengan pemilik toko itu? - Iya.
- Ya, di sini Sanggye-dong. - =Ya?=
Mau menuju ke Yeongdeungpo.
- Terus, mobil satunya lagi... - Dingin sekali.
Nanti baru saya telepon lagi setelah di jalan.
Iya.
Hampir sampai?
Iya hampir sampai, ayo cepat.
- Daeri-nim! - Sadarkan dirimu.
Aku sungguh-sungguh sangat menyukaimu, Daeri-num.
Kau tahu 'kan?
Aku sungguh-sungguh sangat menyukaimu, Daeri-num.
Mau gila rasanya.
Ayo!
Daeri-nim!
Ya?
Aku harus menjadi sepertimu.
Menjadi seorang wanita karier yang keren.
Iya, kau pasti akan berhasil.
- Jadi jalan tidak? - Sekarang pulang dulu ke rumah ya?
Sebentar!
Kenapa sih dari tadi Daeri-nim seperti mengusirku terus?
Aku suka bersama dengan Daeri-nim padahal.
Ajeossi daritadi sudah menunggumu.
Kau membenciku ya Daeri-nim?
Sangat-sangat menyukaimu.
Aku juga sangat-sangat menyukaimu.
Sekarang pulang rumah dulu ya!
Cepat jalan!
Ajeossi!
Daeri-nim!
I love, I love.
Aku juga.
Aku juga mencintaimu.
Tolong cepat jalan!
Daeri-nim, sampai jumpa!
S
Su
Sub
Subt
Subti
Subtit
Subtitl
Subtitle
Subtitle
Subtitle o
Subtitle ol
Subtitle ole
Subtitle oleh
Subtitle oleh:
Subtitle oleh:
Subtitle oleh:
Subtitle oleh: ~
Subtitle oleh: ~
Subtitle oleh: ~ D
Subtitle oleh: ~ Da
Subtitle oleh: ~ Dam
Subtitle oleh: ~ Damn
Subtitle oleh: ~ Damn!
Subtitle oleh: ~ Damn!S
Subtitle oleh: ~ Damn!Su
Subtitle oleh: ~ Damn!Sup
Subtitle oleh: ~ Damn!Supe
Subtitle oleh: ~ Damn!Super
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperS
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSu
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub I
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub In
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Ind
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indo
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indon
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indone
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indones
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesi
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesia
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesia
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesia ~
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesia ~
Diterjemahkan oleh: ~ totoro ~
=Pintu sudah terbuka.=
Joon Hee!
Hei, kau di mana?
Ke mana dia?
Joon Hee!
Kenapa begitu lama baru datang?
Aku sudah berusaha secepat mungkin.
Cepat apanya?
Pakai merangkak pun harusnya sudah sampai dari tadi.
Aku sudah tiba di rumah dengan selamat.
Goodnight.
Goodnight.
Ini mau pulang atau mau keluar?
'Kan sudah jelas masa gak tahu?
Mau pergi kerja.
Jarang-jarang ketemu denganmu aku jadi gak begitu jelas.
Perhatian sedikit dong terhadap adikmu yang begadang karena kerjaan.
Siapa juga yang tahu kau cape karena kerjaan atau main ke klub malam.
Separuh separuh.
Setengah dari rumahmu itu kosong, sungguh mubazir bayar sewa bulanannya.
Bagaimana kalau kau pindah tinggal denganku saja?
Memangnya aku sudah gila?
Sudah gila baru mau tinggal denganku?
Kakak adik harus saling menghargai privacy masing-masing, Nunim.
Kau punya pacar?
Pacar?
Maksudmu yang keberapa gitu?
Bisa terjadi kecelakaan!
Bukan cuma kecelakaan lalu-lintas yang disebut kecelakaan.
Beberapa waktu yang lalu gara-gara mantan pacar Jin Ah kau sampai berpura-pura telepon ke kantor polisi.
Kau tahu betapa kagetnya aku?
Khawatir kau akan berkelahi dengan orang gara-gara seorang wanita.
Dalam waktu yang begitu singkat aku terkejut sampai jantungku serasa mau copot.
Sudah pasti aku yang menang.
Jangan berlagak! Dengar baik-baik!
Jika kau membawa seorang wanita yang tidak berotak dan tidak punya sopan santun ke rumah dan bilang mau menikah,
kalian berdua akan mati di tanganku.
Kalau yang sangat cantik bagaimana?
Jika kecantikannya bisa menyaingi kecantikan nunamu ini,
akan kupertimbangkan.
Mendengar yang tidak pantas didengar sepertinya membuat kupingku jadi membusuk.
Iya, iya. iya.
Yoon Daeri!
Sini sebentar!
Ini mau untuk dibaca orang-orang...
Atau mau dijadikan lukisan untuk dinimati?
Saya mengerjakannya dengan sangat serius. Anda tidak suka?
Geum Daeri! Bawa penggaris ke sini!
Coba kau bandingkan!
Menurutmu kalimat ini cocok?
Karena paragraf baru jadi dikasih indent.
Kau itu pengarang novel?
Tidak perlu memperlihatkan keahlianmu di tempat yang tidak penting.
Tulis laporanmu dengan benar, oke?
Daeri.
Aigoo, ini...
Ini yang kau sebut dengan PPT? [PPT - powerpoint]
Setelah dibandingkan dengan tiga dokumen yang sebelumnya, dibuat dengan menggunakan menu yang paling umum.
Siapa yang memintamu untuk menyalinnya?
Bukannya memulai dari ide-ide yang kreatif.
Tapi dari dasar yang sudah ada tinggal ganti-ganti angka dan grafiknya. Apaan itu?
Ctrl+C dan Ctrl+D Copy paste, selesai.
Bukan D. Yang benar adalah Ctrl+V.
Begitu pintar dan kompeten,
tapi kenapa hasilnya cuma ala kadarnya saja?
Ulang lagi semuanya!
Harus ada kreativitas dan originalitas.
Buang.
Kang Se Yeong Daeri kau juga ke sini sebentar!
Kemarin...
Saat kita makan malam, Dong Wook, Ye Eun dan yang muda-muda semuanya ikut sampai kegiatan terakhir.
Tapi kalian para Daeri-nim yang mulia justru menghilang dan tidak kelihatan batang hidungnya.
Mana bisa begitu?
Apa arti makan malam ini?
Adalah kegiatan untuk memupuk kesetiaan dan afinitas kalian terhadap perusahaan.
Kalian harusnya tahu jelas itu.
Ini adalah bentuk kepedulian organisasi terhadap kalian tapi kalian malah menolak kebaikan ini.
Kalian harus saling menyayangi.
Berhubung sudah berbicara sejauh ini, akan saya tambahkan lagi beberapa patah kata.
Apakah ada diskriminasi jender di perusahaan kita atau...
Atau ada budaya minum yang akan memaksa kalian minum-minum?
Hubungan timbal balik kita jelas-jelas sangat merata.
Hal yang paling mendasar seperti ini harusnya kalian sudah faham.
Tunggu apa lagi? Sana!
Ini dibawa juga!
Ayo pergi makan!
Kim Gwajang, ayo!
Dong Wook, ayo!
Iya.
Aku juga pingin seperti mereka seharian cuma santai di kantor saja.
Kemudian selang beberapa waktu kumpul makan-makan.
Semakin lama semakin banyak toko waralaba tapi tidak kelihatan ada yang merekrut orang.
Kita seharian di luaran sampai pusing mutar sana sini.
Mana ada semangat lagi buat makan-makan dengan mereka?
Itulah.
Sekarang aku merasa semakin susah bangun pagi.
Mungkin karena faktor usia.
Kau kenapa sih?
Kita 'kan masih muda.
Sepertinya kau tidak tahu seberapa besar perbedaan usia satu tahun itu.
Kita satu angkatan semuanya. Perlu banget ya ngungkit-ngungkit masalah usia?
Mau kupanggil kau Eonni saja?
Kapan saja.
Tidak peduli tua atau muda, tetap butuh pasokan enerji.
Bagaimana kalau kita makan yang sehat-sehat?
Boleh.
Ssalguksu. [Ssalguksu - sejenis bihun berkuah]
Apa?
Sejak kapan ssalguksu itu termasuk diet sehat?
Asalkan enak, beda-beda tipis.
Ayo!
Terima kasih.
Silakan dinikmati.
Hei, tolong dong comblangi aku dong!
Tolong dong!
Melihat temanmu setiap hari kesepian begitu, kau malah--
Halo!
Oh, Nuna.
Kau juga makan di tempat ini?
Duduk sini saja.
Rumahmu di mana?
Tanya aku?
Rumah orang-tuaku di daerah.
Aku sendiri di Mok-dong.
Kau tinggal sendirian?
Hebat sekali.
Anu, maksudku...
Maksudku daerah tempat tingalmu hebat.
Kau tinggal di mana?
Aku di Bundang.
Aku di Bangbae-dong.
Aku masih ada urusan.
Kalian nikmati saja makanannya.
Baik, kau pergilah dulu.
Ssalguksu ini kau yang traktir ya?
Semalam aku sudah membantumu.
Diam ah!
Terima kasih.
Tapi...
Kalian berdua...
Bagaimana bisa saling kenal?
Aku pindah ke sini waktu kelas 2 SD.
Wah sudah 20 tahun lebih.
Iya.
Nuna dia dari SD sampai SMA adalah teman sekolahku.
Ohhh....
Kalau begitu sudah seperti keluarga.
Kau harusnya kenal nunaku.
Dia juga ikutan ambil satu toko.
Oh ya?
Di mana?
Waralaba yang mana?
Kukira kau sudah keluar.
Kenapa?
Ada perlu apa?
Toko Seo Kyeong Seon ada di bawah tanggung-jawabmu Yoon Daeri 'kan?
Selanjutnya biar aku saja.
Sepertinya tidak bisa kalau ini.
Temanku mungkin bisa marah.
Aku tidak akan membuatnya marah.
Kau juga ke tokoku yang di Gasan itu, 'kan?
Itu karena kau dan pemilik toko di sana tidak akur, makanya aku ke situ.
Sama sekali berbeda dengan situasi yang sekarang ini.
Jadi kau keberatan?
Bukan, bukan keberatan.
Posisiku akan menjadi sulit nantinya.
Ya sudah, terserah.
Aku bisa atur sendiri.
Dasar...
Kenapa sih dia harus ngomong jika nunanya juga ikutan beli franchise toko?
Gak ada yang lain yang bisa diomongin ya?
Dasar!
Daeri-nim, lagi bicara dengan siapa?
Oh, aku lagi ngedumel sendiri.
Aku keluar dulu.
Jika pesawat tersebut tinggal landas.
Dan kau tidak bersama dengannya...
Kau akan menyesalinya.
Mungkin tidak sekarang ataupun besok.
Tapi segera.... Dan seluruh sisa hidupmu. [Maaf, sisanya subber kagak mudeng B. Inggrisnya.]
Kau belanja apa?
Nanti baru kau lihat.
Tuangkan aku segelas air dulu.
Duh, panas sekali.
Di luar panas sekali?
Aku yang kena serangan panas.
Cuma sekedar membantu orang saja aku hampir mati.
Maknae di rumah ya? [Maknae - si bontot]
Sepertinya mereka merasa sangat puas.
Si dongseo gak henti-hentinya pamer. [Dongseo - kakak ipar perempuan dari suami]
Kirain seberapa hebat keluarga itu.
Selain Abeoji-nya yang merupakan anggota DPRD, gak ada yang bisa dibanggakan.
Itu sudah termasuk hebat.
Sudah ah!
Ini adalah temanmu, 'kan?
Seocho-dong sana...
Anak keduanya akan segera menikah.
Kabarnya calon besannya adalah mantan presiden bank dan cukup terkenal di dunia keuangan.
Setiap kali ketemu langsung membual dan membual.
Aduh, begitu ada yang bilang iri terhadap Jin Ah,
dan bilang jika calon besan kita juga lumayan.
Ngomongnya sampai menggebu-gebu.
Tapi memang layak untuk dibanggakan.
Aku dengar dari mereka katanya latar belakang keluarganya sangat baik.
Jin Ah menikah ke dalam sebuah keluarga yang baik sudah cukup.
Karena itulah aku sangat khawatir.
Kalau mendengar kata-kata Jin Ah sepertinya sampai tahun depan pun belum ada harapan apa-apa.
Kau...
Cari waktu dan suruh Gyoo Min ke sini untuk diskusi.
Aku?
Kau mau putrimu menikah atau tidak?
Kau cukup puas memberi hadiah kepada orang lain?
Baiklah, aku sudah tahu.
Jangan cuma di mulut bilang "sudah tahu, sudah tahu."
Ya?
Mengerti?
Dasar ini orang...
Jika kau tidak melakukannya dengan baik, aku akan...
Dasar.
Kenapa?
Yang ini kurang bagus?
Atau mau ganti yang lain?
Kau pernah ke tempat ini dulu?
Dulu waktu makan-makan pernah ke sini.
Sepertinya lumayan.
Jika tidak suka, kita ke tempat lain saja.
Bukan tidak suka.
Selamat datang, saya akan mengantar Anda berdua ke meja.
Sepertinya karyawan di sini memiliki ingatan yang bagus.
Duduk di sana boleh juga, 'kan?
Iya silakan duduk di tempat yang Anda pilih.
Terima kasih.
Ada yang ingin kau minum? Minum apa ya?
Minum yang sudah pernah.
Maaf?
Bukankah kau pernah ke sini baru-baru ini?
Bukan... baru-baru ini... itu...
Kenapa?
Kamar mandi.
Hei kalau itu aku, semenit pun aku tidak sudi duduk berhadapan dengannya.
Ada apa lagi yang bisa kau bicarakan dengannya?
Segera buka botol wine nya, tuang ke muka dia dan segera keluar dari sana!
Apa maksudmu sampai nanti? Kau masih mau bicara dengan Lee Gyoo Min?
Kalau bukan, kenapa... Kalau benci, kenapa begitu?
Kau melakukan perbuatan bodoh. Iya, tahu.
Siapa?
Perlu ditanya lagi? Sudah pasti si Yoon Jin Ah.
Katanya Lee Gyoo Min mulai lagi mencarinya. Dasar!
Kenapa?
Menurutmu? Sudah tentu ingin membujuk rayu dia.
Masa Jin Ah Nuna tidak tahu dia lagi berusaha membujuk rayu dia? Kenapa masih bersedia bertemu dengannya?
Makanya-- Kata siapa bertemu? Siapa yang sudi bertemu dengannya?
Sudah kubilang kampret satu itu yang merong-rongnya terus.
Karena ada ruang untuk itu, makanya bisa seperti itu, Ya 'nggak?
Hei, hari ini pasti akan ada kesimpulannya. Masa beneran mau...
Apaan sih?
Tapi kenapa dari tadi kau ikutan marah-marah terus?
Kapan aku?
Aku sedang berjuang untuk memulai kembali.
Tapi kau tetap tidak bergeming. Betapa menderitanya aku.
Menderita?
Tentu saja. Aku tidak tahu harus berbuat apa.
Kau itu muka tembok atau gak punya otak?
Maaf?
Kenapa malah datang ke tempat ini?
Orang yang katanya ingin memulai baru...
Lipstik, stocking...
Kenapa? Mau menggugatku?
Yang harus kau rasakan adalah kekerasan.
Jangan! Tenangkan dulu dirimu.
Aku berusaha keras untuk mengakhiri semua kenangan manis sebelum keluar.
Kejam... Sungguh mengerikan!
Bukan hanya aku seorang saja.
Siapa pria yang menarikmu pergi waktu di depan gedung kantormu?
Wah, dasar.
Lihat tuh! Kau juga selingkuh dengan pria lain 'kan?
Kenapa cuma aku saja yang dianggap jahat?
Anggap saja kita berdua sama-sama ada salah, bukankah begitu?
Bukan kau, tapi aku yang sampah. Aku yang bersedia bertemu denganmu adalah sampah.
Hei, kau pergi begitu saja bagaimana bisa?
Kenapa? Gak punya uang receh buat bayar parkir?
Ah, kau habis minum ya? Butuh aku menggantikanmu bawa mobil?
Kenapa? Ada hal yang tidak menggembirakan?
Halo!
Halo! Wah pakaian hari ini...
Terima kasih.
Tapi Joon Hee-ssi hari ini sepertinya moodnya kurang baik.
Ya 'kan? Coba lihat, kampret.
Gak ada tuh!
Kau pernah bilang rumahmu di Mokdong. Dekat mana?
Dari sini lebih kurang lima menit.
Tempat lima menit terkenal yang dekat dengan MRT itu ya?
Iya, benar.
Halo!
- Halo! - Iya.
Di dekat sana ada sebuah restoran hwatteok pizza.
Oh? Kau tahu restoran itu?
Cabangnya ada di dekat sini.
Oh ya? Dekat mana?
Kalau begitu ajak kami ke sana sekali, bagaimana?
Kenapa tidak? Kebetulan.
Kalau begitu makan siang nanti kita ke sana? Waktunya pas?
Tentu saja.
Tidak bisa pun harus jadi bisa.
Militer ya?
Ah anu... handphone...
Ah, punyaku?
Nuna juga mau ikut?
Ke mana?
Aku tidak mendengarkan pembicaraan kalian karena aku lagi sibuk ngetik SMS.
Duluan ya.
Silakan.
Nanti aku kirim SMS.
Semuanya sudah di sini?
Sebelum meeting ada yang ingin kusampaikan, jadi aku ke sini.
Ada yang lihat berita kemarin?
Mana mungkin lihat.
Besarnya kisaran pasaran kopi tahun lalu adalah 640 milyar Won.
Tahukah berapa persentase dari jumlah tersebut adalah perbandingan perusahaan kita?
Tidak terdengar ada pembeli franchise baru yang bergabung dengan perusahaan kita. Bagian marketing, ada yang ingin kalian sampaikan?
Maaf, kami akan berusaha lebih keras lagi.
Toko waralaba yang sudah ada, tidak boleh melonggarkan kewaspadaan.
Harus ada perkembangan, perkembangan.
Setelah toko dibuka tapi tidak dikelola dengan baik. Pelanggan akan datang sendiri?
Ada apa?
Bagian operasional menemukan adanya toko yang belum beroperasi.
Dan juga tidak dapat dihubungi.
Sudah jam berapa masih belum buka?
Di mana?
Toko di Gasan.
Dalam waktu 30 menit jika masih juga tidak beroperasi,
semua yang ada di sini akan dipecat.
Keluar semuanya!
Oh, hari ini toko yang lain ada sedikit masalah, jadi...
- Halo... - Iya, Jeomju-nim. [Jeomju - pemilik toko berantai]
Iya, Jeomju-nim.
Nanti saya telepon lagi. Sungguh maaf. Baik.
Iya, sekarang butuh lebih kurang 17 menit lagi.
Halo, saya Geum Bo Ra. Jeomju-nim, meeting hari ini kemungkinan akan dibatalkan.
- Kantor pusat tiba-tiba meminta kami untuk ke lapangan. - 17 menit.
- Kalau begitu tunggu nanti saya balik ke kantor dulu. - Joon Hee-ssi, aku Kang Se Yeong.
Iya, bagaimana bagusnya ya?
Tiba-tiba aku ada sedikit urusan dan harus ke lapangan.
Maaf, aku yang duluan mengajak kalian.
Ah, kau berkata seperti ini aku jadi semakin merasa bersalah.
Dalam waktu beberapa hari ini aku akan traktir kau makan enak.
Iya, hubungi aku ya?
Ah iya, gak apa-apa.
Lain kali masih ada kesempatan kok!
Baik, telah menyusahkanmu.
Hei, apaan lain kali? Cepat telepon balik bilang malam ini bisa. Malam ini!
- Orang sudah bilang lagi sibuk, napa sih maksa-maksa terus? - Maksa...
Hei, kampret bukan maksa-maksa terus, pret. Ini yang dinamakan gigih, pret.
Justru itulah kau gak pernah bisa punya pacar.
Wah kau itu! Aku mau lihat kau pacaran dengan siapa dan bagaimana.
Dikarenakan isi bukti data yang kita kirimkan sepertinya mereka lagi melakukan aksi mogok.
Pertama-tama, bahan-bahannya sepertinya lengkap semua.
Jika ada yang darurat hubungi Gwajang-nim. Ayo kita bagi tugas dulu.
Baik, aku bagian kasirnya.
Geum Daeri bertugas di bar nomor satu.
Orang yang memiliki sertifikat kopi SCE, gak ada orang yang lebih hebat darimu lagi.
Lagi memujiku atau melemparkannya padaku?
Kim Juim dan Ye Eun-ssi kalian saling berbagi tugas.
Bar nomor 2 dan bar nomor 3. Nomor 3 bertanggung-jawab atas ruangan di belakang.
Baik.
Selamat datang!
Ini... bukankah katanya atas dana pribadi? Kenapa sekarang jadi perusahaan yang bayar?
Daepyo-nim juga begitu. Beliau membiarkan Yoon Jin Ah membereskan kesalahannya sendiri.
Karena ini bukan kesalahan Yoon Daeri.
Menurutku penyelesaian yang seperti ini tidak adil.
Anu, masalah yang sudah selesai apanya yang adil tidak adil?
Lalu, siapa yang akan bertanggung-jawab?
Harus ada seseorang yang bertanggung-jawab, bukankah begitu?
Kenapa? Kenapa melihatku seperti itu?
Aku... saat lagi bisa diajak bicara... memang lebih banyak.
Akan kukoreksi lagi sebelum kuserahkan kembali.
Ada kesan arogan dan menantang yang terselubung.
Kapan-kapan cari kesempatan untuk memberinya pelajaran.
Nam Isa-nim mana? [Isa - direktur]
Ada di dalam.
Ah, cari saya?
Kalau ada waktu, siang nanti kita makan bersama.
Baik. Saya ganti sepatu sebentar.
- Jeong Bujang juga sekalian. Ada yang ingin kutanyakan. - Baik.
Bagaimana keadaan di toko Gasan?
Ah, iya. Laporan yang diterima mengatakan operasi berjalan dengan lancar.
Sekelompok profesional berkumpul harusnya dalam segi operasional tidak akan ada masalah.
Yoon Jin Ah kelihatannya sangat rajin orangnya. Tapi kenapa belakangan ini sering berbuat kesalahan?
Ah, itulah.
Karena itulah tidak boleh menilai seseorang daari luarnya saja.
Rencana marketing kemarin itu, siapa orang yang sekarang bertanggung-jawab memberi persetujuan?
Saya belum sempat menanda-tanganinya. Maaf.
Jeong Yeong In sekarang cara kerjamu juga mulai suka menunda-nunda?
Akan kutanda-tangani secepatnya dan menyerahkannya ke atas.
Selidiki secara menyeluruh!
Sini sebentar!
Kau ke sini sebentar!
Itu...
Daepyo-nim sana.... laporan seperti apa yang akan kau serahkan?
Seperti yang Anda bilang.
Semuanya akan ditanggung dari dana pribadi Yoon Jin Ah.
Masalah tanda-tangan juga harus dilaporkan sebagaimana adanya.
Yang kau maksud dengan "sebagaimana adanya" adalah...
Orang-orang di tim demi bisa menemukan di mana letak kesalahan,
semua orang akan membuat salinannya setelah dokumen selesai ditanda-tangani.
Saya sudah sempat mengeceknya.
Saya sudah selesai menanda-tanganinya.
Setelah kupikir-pikir, itu...
Jabatannya cuma seorang Daeri.
Dia mana punya begitu banyak uang?
Makan malam!
Anggap saja aku sudah mentraktir kalian semua makan malam.
Begitu boleh?
100 batang lipstik 2,1 juta.
Kupon online 100 lembar 320 ribu Won.
Totalnya 2,42 juta Won.
Iya.
Matematika tambah kurang begini aku masih ngerti.
Aku cuma mau memastikannya saja.
Kalau begitu bagian Daepyo-nim sana...
Aku yang akan memberi laporan.
Aigoo, telah menyusahkan kalian semua.
Tapi anggota tim kita itu sangat kooperatif.
Kuku jariku saja hampir patah, mana mungkin tidak kooperatif?
Kau cuma bikin poster doang.
Aku merasa seakan-akan bahuku mau copot.
Besok bagaimana?
Pertama-tama harus bertemu dengan pemiliknya dan diskusi.
Jika situasi memaksa, perusahaan pasti akan mengirim tambahan sumber daya manusianya.
Sekalipun tidak ada SDM-nya, aku juga gak mau tahu lagi.
Besok aku gak akan datang lagi. Aku cabut dulu ya!
Iya, hati-hati di jalan.
- Hati-hati di jalan. - Terim kasih, telah menyusahkanmu.
Lagipula ini adalah masalah kita, buat apa?
Kau harus merasa sedikit bersalah padaku, oke?
Aku pulang dulu ya!
Hati-hati di jalan.
Kalian berdua juga pulanglah.
Aku pulang nanti setelah mengembalikan mobil ke kantor.
Aku harus pergi mencari pemiliknya.
Aku pakai sebentar mobilnya nanti baru kukembalikan ke sana.
Kalian juga sudah bekerja keras.
Mau kutemani ke sana?
Aigoo, jangan membuatku merasa bersalah lagi.
Cepat pulang dan istirahat sana!
- Sampai jumpa besok. - Sampai jumpa besok.
Baik, telah menyusahkan kalian.
Aduh kakiku.
Jeonju-nim, bersembunyi tidak akan menyelesaikan masalah.
Tolong hubungi aku ya.
Kau bilang kampret itu sama dengan barang ini?
Apa maksudmu kampret itu?
Ah, harus kupanggil hyeongnim sekarang?
Karena kalian balikan lagi?
Apa maksudmu?
Kata siapa? Kyeong Seon yang bilang?
Dia bilang aku balikan lagi dengannya?
Nggak tuh!
Kalian berdua kan pada dasarnya sangat menggebu-gebu.
Membenahi sebuah hubungannya sepertinya tidak semudah itu.
Menggebu-gebu apaan?
Kau sungguh pintar bercanda.
Tahu apa sih kau? Jangan sembarangan nebak.
Aku sudah dengar.
Kalian berdua waktu pacaran dulu betapa saling mencintai.
Sampai seorang hubae mu pun sangat menyayangkannya.
Masa waktu kau pacaran kau cuma saling bertegur sapa saja?
Tentu saja menggebu-gebu.
Kalau tidak seperti itu berarti kau orang yang sangat aneh.
Itu berarti kau bersikap tidak sopan terhadap pasanganmu. Boleh dibilang kau mengabaikannya.
Saat saling mencintai dan perasaannya menggebu-gebu...
Saking menggebu-gebunya serasa mau gila, itu baru namanya normal tahu?
Oh, iyakah?
Caramu berpasaran sungguh profesional sekali.
Akan kuingat baik-baik dan kupergunakan kelak.
Tapi kenapa kau dari tadi mengejekku terus?
Siapa? Aku?
Nada suaramu yang sekarang ini juga.
Nggak tuh!
Tuh kan!
Jika membuatu marah, aku minta maaf.
Maaf.
Turun hujan.
Iya.
Ramalan cuaca tidak melaporkan akan turun hujan hari ini.
Gak punya payung, 'kan?
Nggak.
Diguyur saja gak apa-apa.
Kenapa harus diguyur hujan?
Karena kepanasan emosi diejek olehmu, oke?
'Kan aku sudah minta maaf. Jangan marah lagi dong!
Iya.
Harusnya aku yang meminta maaf.
Aku tidak menghalangimu dengan Kang Se Yeong
makan pizza yang panas di atas tungku api yang membara.
Aku juga tidak berdaya waktu itu.
Semoga kau bisa berlapang dada untuk memaafkanku ya.
Apa sih ngomongin memaafkan segala.
Pergi saja sama-sama.
Nuna 'kan mau ikut juga, 'kan?
Kau kira aku itu kkakdugi?
Kalian terpaksa mengajakku, ngapain aku harus ikut dan makan hati di sana?
Mana ada terpaksa?
Terpaksa? Kau gak bilang begitu?
"Nuna kau juga mau ikut?"
Bukan tanya aku "Nuna mau ikut gak?" Seolah-olah mau bilang "kau juga mau ikut?", ya 'kan?
Memangnya aku ada ngomong begitu?
Waktu itu agak terburu-buru. Mungkin aku salah ngomong.
Iya, jiwamu saat itu pasti sudah mati karena kegirangan.
Hei, kalian laki-laki...
Begitu melihat cewek cantik bisa langsung suka?
Tentu saja suka.
Sialan.
Nuna jauh lebih cantik darinya.
Sepertinya tidak akan berhenti dalam waktu singkat.
Panggil taksi saja.
Terus nanti pas turun dari mobil bagaimana?
Tunggu, aku pergi beli payung.
Sebaiknya langsung jalan saja.
Berapa duit ini?
Apa?
Kau yang ke sini!
'Kan kau bilang gak mau aku kuyup kena hujan?
Aku juga kena sedikit.
Dasar!
Tapi kenapa kau cuma beli satu payung saja?
Dan warnanya merah pula.
Masa kau tidak tahu?
Membeli payung adalah perilaku yang paling boros.
Kelak kau pasti akan menjadi orang yang kaya-raya.
Pulang jalan kali hanya dengan satu payung saja
ada kemungkinan setengah badan dari kita berdua akan basah kuyup.
Kalau ini, aku ada solusinya.
Seperti ini.
S
Su
Sub
Subt
Subti
Subtit
Subtitl
Subtitle
Subtitle
Subtitle o
Subtitle ol
Subtitle ole
Subtitle oleh
Subtitle oleh:
Subtitle oleh:
Subtitle oleh:
Subtitle oleh: ~
Subtitle oleh: ~
Subtitle oleh: ~ D
Subtitle oleh: ~ Da
Subtitle oleh: ~ Dam
Subtitle oleh: ~ Damn
Subtitle oleh: ~ Damn!
Subtitle oleh: ~ Damn!S
Subtitle oleh: ~ Damn!Su
Subtitle oleh: ~ Damn!Sup
Subtitle oleh: ~ Damn!Supe
Subtitle oleh: ~ Damn!Super
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperS
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSu
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub I
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub In
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Ind
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indo
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indon
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indone
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indones
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesi
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesia
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesia
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesia ~
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesia ~
Diterjemahkan oleh: ~ totoro ~
Mau naik taksi saja?
Err... kayaknya ada bagusnya membiarkan pengaruh alkoholnya agak berkurang sebelum pulang.
Kalau begitu... kita jalan agak jauh dulu baru panggil taksi, bagaimana?
Seperti itu saja.
Nuna ternyata kau kecil sekali.
Apa?
Karena tenagamu waktu memukul orang sakit sekali jadi aku sama sekali tidak sadar.
Ternyata kau badannya begitu kecil.
Hei, aku tuh gak kecil.
Aku nih ukurannya standar tahu!
Kau pikir aku ini siapa?
Aku tuh sangat memahami wanita.
Ah, begitu rupanya?
Bercanda.
Oh ya?
Akhir pekan mau pergi nonton?
Sudah beratus tahun aku tidak nonton film.
Ini bukannya kalimat yang sering diucapkan oleh emak-emak?
Kurang ajar!
Hei!
Sudah malam, kau pulanglah.
Aku tunggu kau masuk dulu.
Kharismaku yang kupunya semuanya sudah kugunakan hari ini.
Masih ada yang tersisa kok!
Hmm?
Hadiah.
Ini kan kau yang beli. Kenapa?
Makanya kubilang hadiah. Nih!
Terima kasih.
Masuklah!
Baik.
Sampai jumpa.
Pulanglah!
Selamat malam.
Kau juga.
Kuberi kau waktu tiga hari.
Jika masih juga tidak bisa dihubungi, akan diselesaikan sesuai dengan prosedur tutup toko.
=Sudah berangkat kerja?=
Belum.
Aku harus ke suatu tempat dulu, kenapa?
=Aku ingin sekali menikmati secangkir kopi bikinan sang ahlinya.=
Gogaek-nim, jika tanpa ada janji terlebih dahulu membuat orang merasa terbebani.
=Jual mahal banget?=
Aku 'kan memang mahal, masa kau gak tahu sih?
=Sepertinya mabukmu masih belum hilang.=
Kau tunggu ya!
Iya.
Ya Abeonim, silakan bicara.
Oh, tidak... tidak apa-apa.
Bukan hal apa-apa. Cuma ingin tanya jika malam ini kau ada waktu atau tidak.
Hmm, iya.
Bilang ke dia harus datang!
Kau pasti sibuk sekali karena sedang menangani sebuah kasus besar.
Tentu saja sibuk.
Oh ya? Baiklah.
Iya.
Bagaimana?
Aigoo, dia pasti sibuk sekali ya?
Dia mau datang atau tidak?
Apa?
Datang.
Aku hampir mati sesak nafas.
Bentar, Seung Ho juga akan pulang.
Daging di rumah bisa jadi gak cukup.
Kau yakin gak usah kasih tahu Jin Ah tentang kedatangan Gyoo Min?
Mereka berdua pasti sudah saling menghubungi.
Sepertinya ada pesan masuk.
Se Yeong-ssi, hari ini mau makan hwatteok pizza? [Hwatteok pizza - pizza tradisional yang dibakar dalam tungku api]
Hwatteok pizza sepertinya malam ini memang harus jadi. [Hwatteok pizza - pizza tradisional yang dibakar dalam tungku api]
Ada janji?
Iya.
Joon Hee-ssi.
Dia ajak hari ini makan bersama.
Kalau tahu begitu tadi siang aku gak akan makan siang.
Belakangan ini aku merasa tubuhku sedikit berat.
Aku tambah gendut ya?
Mungkin, aku gak pernah benar-benar memperhatikannya jadi kurang tahu juga.
Aku duluan ya!
Ye Eun-ssi, malam mau ngapain?
Formulir analisis menu ini dikembalikan.
Aku terpaksa harus bikin yang baru lagi.
Tapi makan malam itu harus.
Ayo, aku yang traktir.
Serius? Oke!
Daeri, kita mau makan di mana?
Ke tempat yang menjual nasi dan alkohol.
Ayo!
Iya.
Kalau begitu aku duluan ya?
Kau gak ikut?
Aku sudah ada janji.
Dia mau ke klub.
Klub... aku juga suka.
Oh... iya kah?
Lain kali kita ke sana ramai-ramai.
Hari ini aku sudah ada janji.
Baiklah kalau begitu. Lain kali ajak kita ke tempat yang seru, ya?
Lain kali kau juga boleh memiliki janji dengan yang lain.
Akan kupertimbangkan.
Harus layani dengan baik-baik ya!
Seharusnya aku yang melayani dengan baik.
Ayo kita jalan!
Ayo!
Sampai jumpa lain kali.
Yoon-ttong, sudah sampai? [Ttong - tinja]
Daeri-nim, kau ada masalah apa?
Gak ada, cuma tiba-tiba ingin minum saja.
Kau masih sangat merindukan pacarmu ya?
Jika kubilang tidak, kau pasti akan bilang aku bohong.
Terhadap yang namanya patah hati...
Cinta yang baru adalah merupakan obat yang paling mujarab.
Ayo cepat cari lagi!
Nggak ah!
Kenapa?
Interval pacaran semakin pendek semakin bagus.
Karena masih belum lupa akan kesalahan yang pernah dilakukan sebelumnya.
Dan berusaha tidak melakukan perbuatan yang akan mendatangkan penyesalan.
Sungguh seorang pakar.
Walaupun dalam segi praktek aku relatif kurang,
tapi dari segi teori aku adalah pakarnya.
Sungguh hebat.
Tapi... antar perkataan dan perilaku pria...
seberapa banyak yang bisa kupercaya?
Semuanya adalah bohong.
Bohong?
Hei...
Saat merayu wanita apapun bisa dia ucapkan. Hal apa yang tidak akan dilakukannya?
Aku mantan anak teknik industri.
Dikelilingi oleh pria selama empat tahun dan itu adalah hal yang paling sering kudengar.
Tapi, tidak peduli seberapa inginnya merayu
berarti di hatinya hadir seseorang, begitu 'kan?
Boleh dibilang begitu.
Tapi seperti ibuku bilang...
Jika dia itu seorang pria, maka dia tidak akan pernah menolak wanita.
Jika itu seorang wanita ia akan menyelam ke dalam kolamnya dan memilah-milih dengan pelan.
Sialan!
-= Gae Gyoo Min =- [Gae - anjing]
- Sebentar! - Oke.
Aku jawab panggilan ini sebentar.
Hei, kenapa kau selalu saja meneleponku?
=Ini Appa.=
Appa?
Kenapa Appa bisa pakai hape Lee Gyoo Min?
Appa bertemu dengan Lee Gyoo Min?
Seo-ttong, barang ini sungguh... [Ttong - tinja]
...tidak terlihat seperti sesuatu yang sengaja kau bawa dari Amerika sebagai oleh-oleh untukku.
Jangan-jangan aku ditipu orang?
Hei, ini bukan pertama kalinya kau berbuat seperti ini 'kan?
Hei, dengan IQ mu ini bagaimana bisa kau lulus tingkat pendidikan S3?
Ini 'kan pertama kalinya aku balik setelah berangkat ke Amerika?
Oh, iya ya?
Ayo cepat giliranmu!
Kau tahu kantor Jin Ah Nuna...
...satu gedung dengan kantorku, 'kan?
Oh ya?
Kalian berdua orang asing?
Kau juga segitu perhatiannya pada Kyeong Seon Nuna?
Memangnya aku kurang kerjaan?
Lalu apa?
Sebenarnya aku ingin langsung mengundangmu ke rumah.
Tapi pacar Nuna mau main ke rumah jadi terpaksa aku mengajakmu bertemu di luar.
Pacar?
Sepertinya kau tidak mengerti.
Ada.
Eommaku sangat mabuk kepayang padanya.
Kualifikasi akademik dan latar belakang keluarga orang tersebut cukup hebat.
Dia mau main ke rumah?
Sudah datang.
Aku tinggal di asrama sekolah jadi jarang ketemu dengannya.
Tapi untunglah.
Saat mereka berdua bersama,
orang yang melihatnya jadi pingin muntah. Muntah!
Gak tahan lihatnya.
Sialan!
Maaf.
Maaf.
Sungguh maaf.
Kenapa sih kau?
Dasar kau ini.
Jin Ah!
Aigoo, kenapa berdiri saja di situ?
Hei Gyoo Min membelikan Eomma dan Appa syal couple.
Sungguh bagus sekali. Ayo cepat lihat ke sana.
Aku mau ganti baju.
Hei!
Gyoo Min, makan yang banyak ya? Kita punya banyak lauk kok!
Siapa yang suruh kalian begitu kurang kerjaan?
Jangan kencang-kencang!
Aku sudah dengar penjelasan Gyoo Min.
Katanya kalian berdua bertengkar.
Bertengkar?
Pacaran bertengkar itu adalah hal yang wajar.
Dia sengaja datang ke rumah untuk bertemu denganmu.
Masa kau malah melotot begitu?
Kenapa sih kau ini semakin lama semakin menjadi-jadi?
Kau habis minum alkohol?
Mana mungkin tidak?
Kalian membuatku tidak sanggup berkepala dingin.
Sudah berapa umurku? Kenapa Eomma dan Appa harus mengambil inisiatif...
Justru karena itu.
Umurmu sudah berapa?
Pacar pun tidak sanggup kau pertahankan?
Kalau bukan begitu, kami juga tidak akan seperti ini.
Kau tidak merasa malu bertemu Gyoo Min?
Bersikaplah yang baik, yang baik.
Bukankah aku selalu bilang ini padamu?
Orang seperti Gyoo Min ini kau mau cari ke mana?
Dia adalah pengacara dari sebuah firma hukum terkemuka.
Coba lihat latar belakang keluarganya.
Kedua orang-tuanya adalah lulusan Universitas Seoul.
Yang lain-lain tidak usah dibicarakan lagi.
Calon pengantin pria itu penting.
Tapi mertua lebih penting lagi.
Bisa bertemu dengan orang sesempurna Gyoo Min
bagimu adalah sebuah keuntungan besar, keuntungan besar.
Kau harus bersyukur kepada Tuhan.
Kau tahu apa? Masih sok-sokan di sini.
Awas saja jika kau berani melotot di luar.
Sampai jumpa.
- Sampai jumpa. - Telah menyusahkanmu.
Sudah kubilang kita pulang bersama.
Tidak usah.
Kenapa? Karena pacar Nuna ada di rumah?
Gak apa-apa.
Lagian kau 'kan berada di dalam kamarku.
Sudah kubilang tidak usah.
Semuanya harus dibikin 100 biji.
Lain kali aku akan cari waktu main ke rumahmu.
Tadinya aku berharap kau bisa membantuku mengunduh game.
Sudah kuduga.
Pulanglah!
Seung Ho!
Ngapain saja di--
Ya ampun...
Ngapain saja di--
Ya ampun...
Eomma Appa, kalian jangan kaget.
Sepertinya Gyoo Min sangat menyukai aku yang seperti ini.
Dia bilang aku seperti konjak.
Sangat membosankan.
Jagiya, kenapa bengong di sana?
Tidak mau memandangku?
Bagaimana menurutmu? Cukup memuaskan?
Masih kurang memuaskan ya?
Kalau tahu begitu aku tadi pakai yang lebih pendek lagi.
Lipstiknya harus diganti dengan warna yang lebih merah ya?
Stocking jala-jala.
Aku gak punya itu. Bagaimana jika kurobek saja?
Hei!
Baiklah.
Eomma Appa ada di sini.
Seperti ini terlalu berlebihan ya? Ya 'kan?
Iya, ayo duduk di sini!
Duduk.
Tapi aku... sepertinya ingin minum wine.
Belakangan ini kau gak punya pacar?
- Hmm. - Kau kenapa sih?
Masa orang yang kau gombali 'pun gak ada?
Sepertinya ada tuh! Ayo ceritakan!
Apa yang ingin kau ketahui?
Melihat tampangmu yang seperti ini sepertinya kurang lancar ya?
Tabiatnya seperti pisau?
Kau kira aku dewa sabit?
Kenapa? Siapa orangnya? Berapa umurnya?
23 tahun? 24 tahun?
35 tahun.
Hei, sinting! Sudah gila ya kau?
Ini anak pulang dari Amerika sudah gila ya?
Apa? 35 tahun?
Seumuran dengan nuna kita.
Sama yang begituan juga bisa kau gombali?
Singkatnya kau itu seolah-olah lagi pacaran dengan Yoon Jin Ah.
Wah, merinding aku. Sialan!
Hei, jangan sampai jadi serius. Cepat putusin!
Kalau tidak kau bisa diseret olehnya dan menderita. Kau mengerti?
Eomma.
Waktu kau lagi pacaran dengan Appa, Appa tidak pernah selingkuh?
Aigoo dasar! Kau pikir Appamu ini siapa?
Appa itu... cinta mati sama Kim Mi Yeon.
Cinta mati?
Cinta mati palamu!
Aku menangkap basah dia.
Sungguh?
Itu kejadian sudah dari kapan?
Lalu apa yang Eomma lakukan?
Kau mengampuninya begitu saja?
Mana mungkin aku mengampuninya begitu saja.
Tentu saja aku memukul bagian belakang kepalanya.
Seperti begini?
Hei!
Bercanda juga harus tahu batas!
Perilaku macam apa ini?
Kau... jangan bicara dulu.
Gyoo Min...
Ya, Eomonim?
Selain Jin Ah kau masih punya wanita lain?
Sungguh membuat orang tidak sanggup berkata-kata.
Aku masih tidak sadar. Mana boleh kau mengkhianati...
Kubunuh kau!
Appa! Appa!
Sepertinya masih belum pulang.
Akan seberapa menjijikkannya mereka ya?
Orang-tuamu tidak berada di rumah?
Eomma Appa suka berkumpul dengan mereka.
Sama-sama sudah dewasa, kenapa tidak menggunakan mulut dalam menyelesaikan masalah?
Dasar! Aigoo....
Apa-apaan ini?
Kenapa malah kau yang moncongnya manyun?
Hati-hati terluka!
Aku... aku ngaku aku memang bersalah.
Tapi bukan hanya aku saja yang tidak setia.
Jin Ah juga tidak setia, dia juga memiliki pria lain.
Lee Gyoo Min!
Apa? Aku tidak bicara sembarangan.
Kau datang ke rumah cuma untuk menyampaikan ini?
Kau kira segampang itu aku bertandang ke rumahmu?
Kalau susah kenapa datang?
Orang-tuamu yang memintaku datang.
Masa aku harus bilang tidak?
Sudah seharusnya kau bilang seperti itu.
Jika kau menghormatiku, menghormati kedua orang-tuaku...
sudah seharusnya kau tolak mentah-mentah.
Jika aku minum lebih banyak hari ini,
jangan berharap masalah ini akan selesai hanya dengan satu tamparan.
Jin Ah, sebenarnya ini...
Oke, oke, oke, pukullah aku.
Pukul saja, jika ini bisa menghilangkan kemarahanmu.
Aku akan menahan pukulan dan makianmu. Ayo pukul.
Sungguh menyedihkan.
Aku ini ingin memulai kembali denganmu.
Kita memulai dan kembali ke masa di awal-awal.
Jangan mimpi!
Sekalipun aku harus mati, juga tidak akan pernah ada kejadian ini.
Kau sungguh ingin berpisah denganku sekarang?
Kita masih belum putus?
Yoon Jin Ah, apa yang terjadi sebenarnya?
Lain kali baru kujelaskan kepada kalian.
Hei, kenapa lain kali? Sekarang saja.
Mau menjelaskannya di hadapan kedua orangtuamu?
Kau... kampret yang menarikmu pergi di depan kantormu itu siapa?
Siapa dia?
Pura-pura sendiri tidak punya.
Aku diperlakukan seperti sampah yang menipu.
Kalau begitu kau sendiri apa?
Kau menceritakan permasalahan menjadi seperti ini, hatimu akan terasa lebih puas?
Lalu kenapa kau tidak bisa mengatakan siapa dia sebenarnya?
Jika kau tidak bersalah kenapa harus disembunyikan?
Justru karena kau tidak bersedia mengatakannya, makanya aku merasa mau gila.
Aku suka padanya.
Iya, dia adalah orang yang kusuka. Puas?
Aduh, aku gak mau tahu lagi. Aduh...
Aku pulang.
Seung Ho pulang, bagaimana ini?
Omona, Joon Hee...
Eh?
Kenapa dengan rumah ini?
Ini... sebenarnya begini...
Itu dia orangnya!
Apa maksudmu?
Apa yang kau maksud orang itu?
Siapa? Joon Hee?
Jangan diam saja!
Lepaskan tangannya!
Hei!
Keluar! Keluar! Keluar!
Omo! Omo! Omo!
Seo Joon Hee!
Joon Hee!
- Hei! Hei! - Omo, omo, bagaimana ini?
Damn!SuperSub Indonesia Facebook Fanpage: facebook.com/DamnSuperSubIndo
Kunjungi blog Damn!SuperSub Indonesia di: ~ ngesub.com ~
~ Follow twitter kami di: @DSSIndo dan @ngesub dan nantikan episode berikutnya. ~
-= Cuplikan Episode Berikutnya =-
Jin Ah bilang katanya dia menyukainya.
Dia bilang orang yang disukainya.
- Katanya kau datang ke rumahku. - Iya.
Aku tanya, kau mencariku ya?
Nuna, kau 'kan menggemaskan.
Usia kita sudah berapa? Dasar...
Tentu saja, setiap orang 'kan berbeda.
Antara cowok cewek itu juga harus lihat timing.
Jika timingnya selalu tidak pas bagaimana?
Perkembangannya harus dipercepat.
Lebih membara.
Nuna maksudku... jika...
Jika apa?
Kau kenapa?
Jika...
Kuminta kau traktir aku makan besok, kau bersedia?
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.