Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
-= Episode 1 =-
-= Episode 1 =- Dilarang membawa dan menggunakan hape di dalam toko.
Dilarang membawa dan menggunakan hape di dalam toko.
Tolong segera dibalikkan ke dalam loker pribadi.
Di sebelah sini terlalu banyak debu.
Manager-nim...
Tampaknya Anda terlalu mempercayai kulkas.
Makanan yang dibekukan juga bisa rusak.
Tolong hancurkan semua bahan yang sudah kadaluwarsa.
Baik.
Coba gosok dan rapikan lagi bagian sini.
Tempat di mana biasa menempelkan stiker orderan tolong dirapiin lagi!
Kau ingin terlihat lebih tinggi dan langsing,
sebagai sesama wanita aku bisa mengerti.
Karena lantainya terlalu licin menggunakan sepatu yang memiliki hak bisa membahayakan.
Ini adalah peraturan yang dibuat atas dasar keamanan.
Jika sampai tidak enak hati akan terasa aneh jadinya.
Kita ketemuan hari ini yuk! Ada yang ingin kukatakan padamu.
Seo Kyeong Seon, kau itu tuhan ya?
Aku baru saja mau meneleponmu.
=Kenapa? Eonni satu ini kangen padaku?=
Gyoo Min mengajakku ketemuan hari ini.
=Bagaimana perasaanmu?=
=Gak begitu oke?=
Gak begitu oke.
=Hei, jangan sampai merasa takut.=
=Kau ngerti 'kan maksudku?=
Ngerti.
- Ini bisa tolong diantar ke rumahku? - Tentu.
Maaf, punya stocking cadangan?
Ada, ini buatmu.
Gogaek-nim, Anda ingin membayar pakai apa?
Ah, berapa kenanya?
327 ribu Won.
Cicil tiga bulan...
Bebas bunga, 'kan?
Dan juga.... di sini....
Hoe di sini boleh dimakan sesuka hati. [Hoe - irisan daging ikan mentah]
Semuanya dibuat pada hari yang sama. Sangat segar.
Tiram dikirim langsung dari petani tiramnya.
Jika dikonsumsi saat lagi musim, rasanya benar-benar mantap.
Coba lihat, keren banget 'kan?
Kau sangat suka makan tiram.
Kalau ke sana pasti girangnya seperti masuk surga rasanya.
Pas hari Valentine's Day kita genap satu tahun.
Kita ke Namhae bagaimana?
Katanya di sana ada sebuah vila dengan kolam renang yang keren banget.
Milik kerabat pelangganku.
Tapi hanya bisa dipesan sebulan sebelumnya.
Katanya dia bisa bantu pesan mulai dari sekarang.
Coba lihat!
Coba lihat, bagus sekali 'kan?
Sangat lux, 'kan?
Kenapa tidak menyukaiku lagi?
Bukan begitu.
Lalu kenapa mau minta putus?
Kau mengajakku bertemu untuk mengatakan ini, 'kan?
Benar, 'kan?
Lee Gyoo Min.
Kau punya wanita lain?
Lalu apa?
Setidaknya harus ada alasan.
Apa?
Tubuh biasa-biasa saja?
Style-nya parah?
Atau sifat yang tidak klop?
Ayahku bukan chaebol?
Juga bukan gadis umur dua puluhan?
Apa? Setidaknya harus ada alasan apa.
Kalau bukan semua ini.
Terus terang saja...
Semua yang harus dilakukan sudah dilakukan.
Yoon Jin Ah!
Bagaimanapun juga...
Setidaknya ada penjelasan yang bisa diterima orang.
Kita bersama...
Ya gitu-gitu saja.
Entah kau bisa mengerti atau tidak.
Hmm, tidak bisa.
Karena itu...
Ya itu...
Seperti Konjak.
Konjak?
Dengan kata lain...
Kau sudah tidak mengharapkan apapun dariku, begitu?
Sudah kubilang ini cuma masalah suasana saja. Kenapa begitu berlebihan?
Bukan karena dirimu, tapi suasana pada saat kita bersama seperti itu.
Mutar-mutar terus dari tadi...
Ujung-ujungnya kau cuma mau bilang jika kau bukan pria tipe seperti itu, 'kan?
Sudah ah!
Ngerti apa sih kau?
Ayo, kuantar kau pulang.
Kalau begitu aku duluan.
Sampai jumpa.
Jin Ah!
Harus bayar parkir.
Aku tidak punya uang tunai.
Kau punya seribu Won?
Sebentar, aku kasih kembaliannya.
Gak usah!
Aku tidak akan berada di sampingmu lagi jadi ubah kebiasaanmu yang suka tidak bawa uang tunai.
S
Su
Sub
Subt
Subti
Subtit
Subtitl
Subtitle
Subtitle
Subtitle o
Subtitle ol
Subtitle ole
Subtitle oleh
Subtitle oleh:
Subtitle oleh:
Subtitle oleh:
Subtitle oleh: ~
Subtitle oleh: ~
Subtitle oleh: ~ D
Subtitle oleh: ~ Da
Subtitle oleh: ~ Dam
Subtitle oleh: ~ Damn
Subtitle oleh: ~ Damn!
Subtitle oleh: ~ Damn!S
Subtitle oleh: ~ Damn!Su
Subtitle oleh: ~ Damn!Sup
Subtitle oleh: ~ Damn!Supe
Subtitle oleh: ~ Damn!Super
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperS
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSu
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub I
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub In
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Ind
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indo
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indon
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indone
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indones
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesi
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesia
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesia
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesia ~
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesia ~
Diterjemahkan oleh: ~ totoro ~
Kalau sudah baca, segera kasih tahu kapan pulang! Kalau tidak awas kau!
Dasar sampah!
Sudah kubilang jangan takut. Kau anggap angin lalu?
Ujung-ujungnya yang tertinggal cuma satu stel pakaian.
Gajimu ketinggian ya?
Kau masih mau marah-marah?
Aku gugel di internet apa itu konjak.
Habis gugel memangnya kau ngerti?
Ini, ini, ini.
Sentuh saja kita ogah.
Tidak sesuai dengan selera kita.
Rasanya antara iya dan tidak.
Hei, kenapa semua kesalahan dilimpahkan padaku?
Dia pikir dirinya setiap hari memberikan rasa segar begitu?
Beberapa tahun yang lalu aku juga wanita yang hot.
Cinta pertamaku si Joon Woo sampai sekarang masih suka telepon bilang ingin bertemu denganku.
Mulai lagi dia.
Kau sudah lupa ini?
Apa?
Aku 'kan pernah cerita?
Mahasiswa satu itu...
Aigoo, aigoo, lagi-lagi...
Menungguku di depan pintu rumahku hanya untuk menanyakan nomor teleponku.
Hei, waktu itu umurku sudah 31 tahun lho!
Hebat benar.
Sama kayak dulu orang-orang selalu menyuruhku ikut serta pemilihan Miss Korea.
Apa bedanya dengan ini?
Putus saja! Oke!
Kau benar-benar kembali begitu saja?
Kalau itu aku...
Begitu dia bilang konjak, langsung kurobek bibirnya yang lebar itu.
Dulu aku pernah memiliki sejarah yang begitu membanggakan.
Masa sih aku... tidak mirip sama sekali?
Aku... begitu parah?
"Parah" itu juga sebuah karakteristik.
Kau tuh gak berwarna dan gak berasa.
Kau ini temanku bukan sih?
Salah, salah.
Kenapa?
Karena tipe ideal bagi kebanyakan pria adalah
Wanita muda yang pertama kali dijumpainya.
Kau toh bukan pertama kali diputusin.
Makanya, kau butuh banyak latihan dalam menilai seorang pria.
Aku pingin makan tteokbokki.
Ayo kita makan tteokbokki.
Aku juga pingin ke karaoke.
Call!
Aku mau nyanyi.
Sekali lagi dong!
Ayo keluar!
Aku bilang nyanyi sekali lagi.
Lain kali ke sini nyanyi lagi.
Satu kali lagi.
Sekalipun kita datang lagi pasti akan diusir juga.
Hei! Aku...
Ini adalah lagu yang kunyanyikan untukku sendiri.
Aku sungguh... sedih.
~ Pada saat segala sesuatu membuatmu merasa sedih, ~
~ Nyanyikan saja lagu ini. ~
~ Dalam hati membara dengan dirimu. ~
~ Jangan menyerah, teruslah berjuang. ~
~ Buang semua penyesalan di langit itu. ~
~ Oh teman, bangkitlah. ~
~ Hidup terkekang tidak sesuai untukmu. ~
~ Dengan penuh percaya diri, tegakkan kepalamu. ~
~ Oh teman, sekarang adalah permulaan. ~
~ Buang semua penyesalan di langit itu. ~
Maaf.
Maaf.
Aigoo...
Kalau pulang sesering ini,
lebih baik kau pindah kembali ke rumah saja.
Tidak ada pemabuk yang bisa menganggu aktivitas belajar anak kos.
Aku tidak ingin pindah.
Jangan minum terlalu banyak.
Umurmu sekarang juga gak muda lagi.
Cari mati ya kau?
Sebaiknya kau segera siap-siap kerja!
Yang jadi Nuna.
Kali ini sama sekali tidak pahit.
Aku pakai akar manis, jadi rasanya manis sekali.
Jangan dibiarkan terlalu lama.
Anggap saja air minum biasa.
Kalau butuh apa-apa langsung telepon ya?
Pingin makan apa tinggal bilang saja.
Aku naik MRT cepat kok!
Appa sepertinya masih di kamar mandi.
Seung Ho mau berangkat!
Hampir telat nih!
Cepat!
Seung Ho, waktu nyetir pelan-pelan ya!
Begitu sampai langsung SMS ya.
Kalau butuh apa-apa---
Iya, tahu.
Seung Ho, bawa mobil hati-hati ya!
Makan harus tepat waktu ya!
Anu, kau...
Kalau butuh apa-apa telepon Eomma.
Oke?
Kenapa tidak kau cabut tiangnya?
Lain kali gak lagi.
Sama Gyoo Min nge-date baik-baik.
Kenapa dia membiarkanmu minum begitu banyak?
Dia pikir mentang-mentang orang-tua bilang suka padanya, dia boleh sesuka hati?
Suruh dia makan ke sini akhir pekan.
Sekalian mau kuomeli dia.
Kenapa kau diam saja gak bicara?
Iya.
Aku sampai muak memasakkan sup penghilang mabuk untukmu.
Cepat susun meja dan makan!
Aku hampir telat.
Kumasakkan ini khusus untukmu.
Kau gak makan siapa yang makan?
Tahunya cuma bikin orang emosi saja.
Kau hampir telat?
Mau cabut ini.
Kalau aku lari ke stasiun MRT mungkin masih keburu.
Mau kuantar?
Sudah pensiun sesekali juga harus melakukan hal yang bermanfaat.
Iya sih...
Lain kali pas aku sudah telat banget saja.
Aku berangkat dulu ya!
Hati-hati ya!
Iya.
Serang! Serang!
Seo Joon Hee!
Selamat datang!
- Kutangkap kau, kampret! - Bentar, bentar.
Yang ini sampai di sini dulu.
Balik lagi ke topik barusan.
Di dalam toko tidak hanya mengenakan anting tapi juga memegang hape.
Ini toko yang mana?
Jika di dekat toko ini ada MRT,
Berarti di Sinlim-dong.
Toko di Gasan.
Sepertinya di Sinlim-dong.
Siapa supervisor toko itu?
Saya penanggung-jawabnya.
Maaf, akan saya perbaiki.
Setelah kejadian ini terbuka?
Sudah gak mau kerja lagi?
Kalau gak mau kerja lagi silakan angkat kaki.
Anu... Daepyo-nim...
Ini....
Anu sebelum Kang Se Yeong ambil alih, saya adalah penanggung-jawab di toko itu.
Pemilik toko di situ...
Mungkin berkata seperti ini kedengarannya sedikit kurang baik,
Tapi pemilik toko itu sangat susah diatur.
Dulu saya juga harus bekerja ekstra keras untuk mengelola tempat itu.
Kang Daeri juga sudah memperingatinya beberapa kali.
Dari waktu Yoo Jin Ah masih di situ sudah seperti ini?
Tapi...
Kenapa waktu itu tidak pernah ketahuan?
Kang Daeri.
Aku...
Aku tahu kau berniat baik.
Tapi entah kenapa aku tidak bisa berterima kasih padamu.
Biar aku yang ke Gasan saja.
Bukan karena aku hebat.
Aku sudah kenal baik dengan pemilik di sana.
Lebih kurang aku sudah mengerti.
Dan juga...
Kang Daeri pergi dengan perasaan seperti ini yakin tidak apa-apa?
Dibandingkan denganku harusnya kau lebih enggan kerja sekarang, 'kan?
Maaf?
Apa maksudnya?
Sungguh menakutkan.
Anda sering mengabaikan pelatihan para pekerja paruh waktu ya?
Rambut panjang, anting, cincin, hape dan sepatu kulit.
Semua barang ini tidak diperbolehkan di dalam toko.
Tolong ingatkan mereka.
Anak-anak zaman sekarang mana sepatuh itu?
Saat interview sudah kuingatkan.
Jangan selalu menggunakan para anak muda yang bekerja keras dengan baik sebagai pelampiasan kekesalanmu.
Oke?
Kali ini aku tidak akan memberikan peringatan.
Terima kasih, Yoon Daeri.
Bagaimanapun kita memiliki ikatan perasaan.
Kalian mencampur kopi yang lain?
Maaf?
Apa maksud tuduhan ini?
Selama empat bulan ini jumlah penjualan kopi kalian tidak berbanding dengan pembelian.
Ini harusnya 10 kantong yang 500gr.
Jika dirata-ratakan setiap hari adalah 5 kilo.
Ditambahkan satu bulan harusnya 150 kilo adalah jumlah yang normal.
Bulan lalu kalian membeli 135 kilo.
Bulan sebelumnya adalah 140 kilo.
Bulan ini cuma 130 kilo.
Apa sebenarnya yang terjadi?
Mana kutahu?
Mesin POS kami keluarnya seperti itu.
Perlu aku menyeduhnya untukmu?
Aku sudah melihatnya di perusahaan makanya aku bisa bilang begitu.
Kau tahu jelas jika tugas utamaku adalah meringankan beban pemilik toko.
Gak tahu ah! Gak tahu! Sepertinya planning nya berbohong.
Strawberry latte satu, vanilla latte satu.
Pembayaran tunai dan tidak diinput ke dalam mesin, 'kan?
Bukan, bukan seperti itu. Anu, waktu lagi sibuk-sibuknya ya...
Yoon Daeri! Yoon Daeri!
Tinggal satu kali, tiga kali langsung keluar.
Lain kali tidak akan ada maaf lagi, mengerti 'kan?
Kenapa sih begitu perhitungan? Aku sama sekali tidak bersalah.
Kau cek pun gak guna, tidak ada apapun.
Kenapa harus begitu?
Oke, aku ada campur sedikit kopi lain.
Penjualan menurun dan kopi yang dijual kalian harganya mahal.
Aku punya solusi seperti apa?
Di dunia orang bodoh mana yang sudi berbisnis rugi?
Akan ada bukti kontennya. Nilai penaltinya adalah...
Terserah deh!
Awas kubakar juga semuanya nanti!
Minggu depan ada pendidikan manager baru. Informasi ulang ke toko-toko yang ada.
Cetak manual office dan hadiah sesuai dengan jumlah peserta.
Taruh di atas mejaku sebelum pulang kerja.
'Makasih Ye Eun.
Oh ya, font-nya harus yang agak besar supaya para pemilik toko bisa membacanya dengan jelas, mengerti?
Oke, telah menyusahkanmu.
Ya, Chajang-nim?
Iya, toko di Gasan sekarang sudah oke.
Jam tiga nanti akan ada meeting manager toko di toko yang ada di Pan-gyo.
Bulgwang-dong? Sekarang? Iya, gak jauh kok! Aku ke sana sekarang. Baik.
Sial.
Aduh, kau imut sekali. Halo!
Benar kau? Kukira salah lihat.
Kapan balik kau?
Saat kau sedang terlelap dalam tidur?
Dasar mulutmu ini.
Sini kau!
Apaan sih?
Tunggu, tunggu.
Dasar! Kalau mau kukejar pasti akan dapat, tapi aku tahan-tahan.
Bercandain Nuna ya?
Bagaimana? Sudah nemu gadis yang kau suka?
Sialnya sampai detik ini masih tetap Yoon Jin Ah yang terbaik.
Jika kau bukan adiknya Seo Kyeong Seon sudah habis kau pasti.
Ah segarnya.
Kukira kau akan ribut minta samgyeopsal dan soju.
Tadi siang sudah menyantap sebuah upacara deklarasi yang pedas dan mendalam bersama rekan-rekan kerja.
Masalah kau kerja di kantor cabang luar negeri sudah gak ada harapan lagi?
Duh, kenapa topiknya begitu menyedihkan?
Roda itu berputar, kesempatan pasti akan ada lagi.
Kau bermukim di Amerika selama tiga tahun masih juga kurang?
Sebenarnya aku ingin sekali bisa berakar.
Mungkin aku lebih cocok di daratan.
Aigoo, sungguh membingungkan.
Di depan Kyeong Seon kau juga harus berperilaku baik.
Si Kyeong Seon itu walaupun dari luar suka ngomel gak jelas tapi dalam hati sebenarnya dia sangat memikirkanmu.
Kau mau pulang dia mencarikan tempat tinggal dan merenovasinya. Betapa lelahnya dia beberapa bulan ini, kau tahu?
Cobalah kau pertimbangkan perasaan Nunamu.
Terlalu banyak mikir juga sebuah merupakan sebuah masalah.
Balik ke sini sampai sekarang juga aku belum kasih tahu.
Gila ya kau?
Harus memberiku makan dan berbuat ini itu nanti bisa jadi masalah besar.
Masalah toko saja sudah cukup melelahkan.
Aigoo, aigoo, aigoo... bermain sambil menggendongmu waktu kecil kau masih ingat itu?
Sejak kapan kau bertumbuh menjadi sebesar ini?
Nuna yang menggendongku sejak kapan berubah menjadi begitu tua?
Kau benar-benar sudah bosan hidup ya?
Sudah lama gak dengar, 'kan?
Percintaan bagaimana?
Gimana yah jelasinnya? Cinta itu selalu berjalan.
Kabarnya kau jadi konjak.
Kenapa? Kenapa?
Tidak bisa tahan sampai di rumah sepertinya.
Terima kasih.
Biar aku saja.
Maksudmu mau minta digendong ya? Aku terlalu gak sensitif.
Dasar kau!
Tidak boleh memakai sepatu olah-raga waktu kerja?
Bukan tidak boleh.
Harus melihat raut muka orang lain?
Walaupun tidak secara terang-terangkan, tapi terkadang kala harus.
Harus sadar diri?
Namanya profesionalitas, oke?
Menerobos ketabuan itulah yang disebut profesionalitas.
Mau mengguruiku, begitu?
Boleh mulai?
Ke mana?
Apaan sih? Mau ke mana?
Hei, apaan sih?
Apaan sih?
Hati-hati!
Apaan sih kau? Aku belum pernah ke sini.
Lurus belok dikit adalah gedung kantor manajemen. Gedung yang pas di depan rumah Nuna.
Aku malah gak tahu ada jalan pintas.
Kau tahu dari mana?
Di sini?
'Kan kau sudah lihat? Demi mencari tempat seperti itu tadi akhirnya nemu ini.
Aigoo...
Waktu SMA kelas dua aku bersembunyi di sini dan mengajari orang-orang merokok.
Wah Yoon Seung Ho waktu itu sudah mulai belajar merokok? Si kutu buku itu?
Si kutu buku itu kenalan dengan seorang gadis di kelas repetisi.
Ciuman pertamanya juga kayaknya di tempat ini.
Omo! Harus kuadukan ke Eomma?
Nuna, berlagak sok imut di usiamu yang sekarang ini adalah dosa besar.
Sialan, minta dihajar ya kau?
Berhenti!
Lama gak berjumpa kau sudah jadi ahli.
Waktu aku gak di sini perusahaan sudah pindah.
Sudah tidak tahu di sekelilingnya ada apa.
Siang bawa aku jalan-jalan di restoran gourmet dekat kantor ya?
Kalau itu sih gak susah, cuma cari waktunya saja yang susah.
Aku sering dinas luar soalnya.
Jangan-jangan kau berusaha mengelak karena gak mau traktir aku makan.
Ketahuan ya?
Kau ajak saja terus-menerus.
Begitu waktunya pas, kau mau makan apa saja pasti aku traktir.
Pulanglah.
Sepertinya dikirim oleh department store. Apa ya isinya?
Bukan apa-apa.
Apa sih?
Bukan punyaku, ada orang yang minta tolong aku beli.
Aigoo bau alkohol ini. Kau minum lagi?
Saatnya aku mendisiplinkan Gyoo Min.
Aku pergi dengan orang lain.
Dia bilang mau makan apa? Biar besok aku belanja ke pasar.
Aku lupa.
Kau masih belum tanya?
Lupa, nanti aku tanyakan. Oke?
Kau jangan sampai seketus ini terhadap Gyoo Min.
Usiamu sudah gak muda lagi. Kalau cuma masalah kecil, sabar dan mengalah saja.
Baru bisa awet sampai nikah nanti.
Nikah apaan?
Belum sampai tahap membicarakan pernikahan.
Karena itulah harus diubah pelan-pelan.
Mendapatkan calon yang sesempurna Gyoo Min adalah hal yang lazim?
Eomma, Appa, Hyeong, satu keluarga adalah lulusan Universitas Seoul.
Latar belakang keluarga dia lebih-lebih.
Iya.
Kau jangan kesal dengarnya.
Kau tahu Eomma waktu reuni seperti apa?
Semua orang merasa sangat iri terhadapku.
Sungguh sebuah berkah dari kehidupan yang dulu.
Tidak hanya menantu wanita yang pengacara,
tapi keluarga besan ada yang dokter, hakim, profesor, kepala polisi.
Menduduki jabatan penting di berbagai lapisan masyarakat.
Banyak yang bilang kelak aku tinggal menikmati hidup.
Aigoo, Appa juga. Hanya saja dia tidak memperlihatkannya saja.
Eomma, aku sekarang cape sekali. Ingin cepat-cepat mandi dan tidur.
Kau tuh, begitu diomongin selalu alasannya cape.
Pokoknya segala tindak tanduk dan perilakumu harus kau perhatikan.
Kami sudah tutup.
Kau! Kampret sini kau!
Mampus kau!
- Kenapa? Napa? - Kau!
Hei, kenapa kau cepat sekali?
Sini kau!
Sini!
Ayo kita pergi makan.
Maaf aku sudah ada janji.
Temanku datang mencariku. Selamat makan.
Yoon Daeri ayo!
Bukankah kau sekarang tidak ada pacar yang akan datang mencarimu lagi?
Ayo cepat! Tunggu apa lagi?
Daeri-nim...
Aku tidak oke.
Tapi aku akan berpura-pura oke banget. Ayo!
Nuna, traktir aku makan dong!
Ada yang pedas?
Jjamppong.
Jjamppong?
Gak selera.
Halo!
=Pintunya akan ditutup.=
Yoon Daeri...
Bagaimana kalau kita ke restoran Cina?
Ke mana pun gak masalah.
Dong Woo, kau mau makan apa? Aku pingin makan Jjajang.
Aku juga pingin makan jjajang.
Seleramu jadi tua nih sepertinya.
Diam!
Begini...
Order yang beda-beda seperti ini.
Bisa makan beberapa macam sekaligus. Nikmat banget!
Yoon Daeri.
Usiamu sudah tidak muda lagi, sudah seharusnya kau pacaran yang stabil dan siap-siap menikah.
Kenapa putus melulu?
Kasih aku sesendok.
Baik.
Aku berkata seperti begini karena menganggapmu seperti adik.
Orang-orang zaman sekarang bilang lebih baik singel daripada menikah.
Terus kalian kira di zaman kami itu kalau mau menikah itu gampang?
'Gak ada bedanya.
Kenapa begitu pagi sudah bangun?
Mungkin sudah kebiasaan.
Begitu sampai jam kerja otomatis bangun sendiri.
Aku boleh pinjam mobil Appa?
Aku harus langsung ke lapangan.
Boleh, kau tahu ada kuncinya di mana 'kan?
Lemari yang ada dekat pintu masuk di rak nomor dua.
Oh, iya.
Hari masih gelap, hati-hati bawa mobil.
Tidurlah lagi.
Tidur apa?
Kalau begitu aku berangkat dulu ya.
Hati-hati ya!
Iya.
Posternya dilap dulu sebelum digantung!
Baik.
Mesin uap ini beserta mesin-mesin lainnya dibuka sehari sebelum peresmian toko.
Jangan diutak-atik dulu!
Baik.
Kardus cangkir kertas ini...
=Wah, Lee Gyoo Min =
=Tampang begitu tapi berani pasang dua.=
Apa ini?
=Apanya apa?=
=Tentu saja Lee Gyoo Min yang sebenarnya.=
=Sungguh tidak bisa kumengerti alasan kenapa dia bisa memutuskan Yoon Jin Ah.=
=Jadi aku penasaran.=
=Jadi setelah bolak-balik mencarinya di Insta akhirnya ketemu dia juga.=
=Tuh, pacarnya nongol tuh!=
=Hei, tempat foto-foto ini diunggah=
=adalah tempat di mana kau bilang ingin ke sana bersamanya, 'kan?=
=Lee Gyoo Min ini manusia atau bukan?=
=Aslinya dia memang begitu kejam?=
Maaf...
Boleh minta kunci nomor 3745?
Aku ingin mengambil sesuatu di dalam mobil.
- Baik, nomor 3745 ya? - Iya.
Oppa...
Ada apa?
Sepertinya aku mabuk.
Oppa, sepertinya aku mabuk.
Cape ya?
Oppa, kakiku... terasa lemas.
Aduh gimana ya?
Ayo kita pulang.
Nanti Oppa pijitin setelah di rumah.
Ayo... ayo.
Hati-hati ya.
Kakiku gemetaran.
Oppa bawa mobilnya ke mari, kau tunggu di sini ya.
Nomor 3745.
3745?
-3745 ya? - Iya, nomor 3745.
Berapa?
S
Su
Sub
Subt
Subti
Subtit
Subtitl
Subtitle
Subtitle
Subtitle o
Subtitle ol
Subtitle ole
Subtitle oleh
Subtitle oleh:
Subtitle oleh:
Subtitle oleh:
Subtitle oleh: ~
Subtitle oleh: ~
Subtitle oleh: ~ D
Subtitle oleh: ~ Da
Subtitle oleh: ~ Dam
Subtitle oleh: ~ Damn
Subtitle oleh: ~ Damn!
Subtitle oleh: ~ Damn!S
Subtitle oleh: ~ Damn!Su
Subtitle oleh: ~ Damn!Sup
Subtitle oleh: ~ Damn!Supe
Subtitle oleh: ~ Damn!Super
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperS
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSu
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub I
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub In
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Ind
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indo
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indon
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indone
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indones
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesi
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesia
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesia
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesia ~
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesia ~
Diterjemahkan oleh: ~ totoro ~
Ayo kita pulang.
Apa ini?
Apa?
Kau selingkuh?
Apa ini?
I--ini apaan?
Mana kutahu, dasar kampret!
Ga Yeong, kenapa kau berbicara seperti itu terhadap Oppa?
Karena umur lebih tua otomatis jadi oppa?
Hei, sampah seperti kau ini aslinya tidak akan pernah bisa masuk ke kolam ikanku.
Tapi kau terus menggoyang-goyangkan ekormu berusaha menarik perhatianku.
Karena merasa kasihan padamu jadi aku pergi bersamamu beberapa kali.
Mengerti?
Dasar sial!
Hei!
Megang apa kau? Cari mati ya kau?
Kau aslinya seperti ini?
Dasar!
Aku aslinya seperti ini.
Tapi sudah pasti aku tidak akan serendah kau yang memacari dua perempuan sekaligus.
Dasar!
Kau harusnya tahu malu!
Goyang ekor cari muka sama anak kecil.
Tapi akhirnya sama sekali tidak mengecap keuntungan apapun, kenapa begitu banyak bacotmu?
Kau... kau sungguh bicara seperti ini?
Mau aku ngomong baik-baik? Hah?
Kau ingin dimaki habis-habisan?
Umur begitu muda tapi kenapa bicaramu seperti ini?
Siapa yang kau ceramahi?
Dasar sampah!
Apa?
Lain kali jangan pernah kau muncul di depanku lagi.
Awas kubeberkan perilakumu ini di tempat kerjamu.
Pelan-pelan minumnya.
Jangan marah-marah di sini.
Tidak bisa ya menghiburku barang sebentar?
Perempuan ini...
Aku suamimu ya?
Jika kau suamiku,
aku tidak punya keinginan lain lagi.
Walaupun tidak merasa senang,
tapi kenapa setelah memberi pukulan pada Lee Gyoo Min kau terlihat begitu tertekan?
Seperti yang kau bilang...
kemampuanku dalam menilai cowok sungguh di bawah rata-rata.
Dalam perjalanan ke mari tiba-tiba aku mendapat sebuah pemikiran.
Sampai saat ini semua mantan-mantanku...
Seolah-olah aku sudah pacaran ratusan kali.
Yang pasti...
Momen-momen yang kukira adalah cinta...
Sejatinya bukan cinta yang sebenarnya.
Cinta yang sebenarnya itu apa?
Entah, karena tidak pernah merasakannya.
Tepat sekali kata-katamu.
Mengetahui masa depan sendiri...
Adalah sebuah hal yang sangat menyedihkan.
Hei, kau buka saja sebuah kios peramal nasib.
Masa depan yang kau lihat seperti apa?
Yah, hidup yang hanya dipenuhi dengan kesibukan-kesibukan.
Begitu saatnya tiba, cari seseorang yang jujur...
Menikah, punya anak dan melewati hari-hari dengan sederhana.
Oh, begitu rupanya.
Di dalam kehidupan seperti itu pasti akan ada kebahagiaan juga.
Ya 'kan?
Ha-rus-nya be-gi-tu.
Wah! Kalian di sini lagi adu minum ya?
Kenapa dia minum sampai begitu?
Halo!
Katanya mau pulang bareng,
kenapa malam minum-minum di sini?
Kesenangan seperti apa lagi yang kami miliki?
Kalian berdua tiap hari seperti begini ya gak heran kalau marah.
- Pria... - Aigoo, ini...
Tapi, Nuna kenapa hari ini sepertinya kau mau minum sampai mabuk berat begitu?
Dia sangat sensitif.
Kenapa?
Ada yang bilang dia konjak lagi?
Aku ke kamar mandi sebentar.
Dasar...
- Kau barusan bilang konjak? - Apa? Apa?
Kau...
Aku sudah tidak bertenaga untuk memukulmu.
Lenganku sakit sekali.
Nuna, kata-katamu ini sungguh menyedihkan.
Bagian mana yang menyedihkan?
- Terima kasih. - Iya.
Terima kasih.
Iya, iya, iya.
Sahabatku Seo Kyeong Seon.
- Begitu sampai di rumah langsung tidur dan jangan memikirkan apapun. - Iya.
Tidurlah dengan pulas.
Iya, Eomma.
Aigoo...
Anak baik, kesayanganku.
Ayo, masuk ke dalam mobil.
Pulang, pulang.
Anak baik, ayo masuk.
Aku pulang sendiri?
- Awas kepalanya. - Iya.
Hati-hati ya!
- Sampai jumpa. - Duduk baik-baik ya.
- Sampai jumpa. - Pegang tasnya baik-baik!
Baik, pulang rumah ya?
- Sampai jumpa! - Sampai jumpa!
Masukkan tanganmu, masukkan tanganmu.
Kalau begitu terus ada kemungkinan kalian berdua menikah gak?
Kau mendapat satu lagi kakak ipar yang cantik, kau pasti senang.
Antar dia pulang baik-baik ya?
Bentar!
Sampai jumpa.
Ongkos supir pengganti siapa yang ganti?
Minta dimaki ya?
Nunaku semuanya begitu barbar.
Hei, dia minum banyak sekali.
Nyetirnya pelan-pelan ya?
Dia minum banyak sekali.
Jangan terlalu cepat bawanya.
Iya, iya.
- Sampai jumpa! - Iya, iya sampai jumpa.
Sampai jumpa.
Sampai jumpa, cepat jalan!
Jangan lupa sabuk pengamannya ya?
Hati-hati di jalan.
Iya, Eomma.
Tidak, bukan begitu.
Cepat jalan!
Kenapa jalannya gak rata ya?
Ayo!
Kau barusan ambil foto ya?
Nggak tuh!
Berikan hapenya padaku!
Kenapa mau ngintip-ngintip hape orang lain?
Kau mau memberikannya secara baik-baik atau memberikannya setelah kena hajar?
Sepertinya waktu sekolah dulu kau pernah merampas uang jajan orang ya?
Jangan lagak! Berikan padaku!
Kau pasti sudah mengambil foto ya?
Tidur dengan mulut menganga dan ileran, buat apa kufoto?
Jangan bohong! Mana ada aku ileran?
Awas aja kalau kau sebar itu foto.
Hati-hati aku akan menuntut ganti rugi atas tuduhan mengambil foto tanpa izin dan pencemaran nama baik dan menjebloskanmu ke dalam penjara.
Aigoo, sekalipun jika kusebarkan belum tentu ada orang yang mau lihat.
Kau anggap dirimu itu cantik sekali?
Kau?
Bicara sama Nuna begitu gak sopan?
Cuma lebih tua beberapa tahun tapi gayanya berlebihan, ya gak?
Syukur kalau tahu.
Aku cuma ingin bergaya sedikit di depanmu.
Hari ini sungguh terima kasih.
Kalau ada waktu pasti kau akan kutraktir makan.
Sampai jumpa.
Pulanglah.
Apa maksudmu?
Segera cek ke bagian marketing jika produk sudah diantar atau belum, berapa lama bisa sampai...
Kemudian segera hubungi aku lagi.
Yoon Daeri-nim, apa yang terjadi sebenarnya ini?
Melihat iklan promosi peresmian kami,
orang-orang sudah berbondong-bondong datang ke sini.
Mana bisa gak punya produk?
Situasi macam apa ini?
Jo Daepyo... aku...
Sepertinya terjadi kesalahan di tengah-tengah.
Akan segera kubereskan. Tidak akan timbul kesalahan apapun.
Dan setelah aku balik ke kantor
aku juga akan bilang ke Daepyo-nim--
Sungguh maaf, Jeomju-nim. [Jeomju - pemilik toko berantai]
Kenapa masih belum telepon juga?
Iya, bagaimana?
Masih belum ditanda-tangani?
Apa maksudnya ini?
Oh Daeri-nim...
Peresmian toko di jalan utama Silib...
produk lipstik hadiahnya masih belum diberangkatkan.
Orderannya sudah kuajukan.
Gwajang-nim, itu...
Dasar!
Hal sama harus berapa kali kuulang?
Kau kembali saja.
Maaf?
Akan kuurus, kau kembali saja.
Anu... Yoon Jin Ah Daeri sekarang berada di lapangan...
Halo, saya Jeong Yeong In.
Saya menghubungimu ingin minta tolong kerja-samanya dalam hal mengantarkan sejumlah produk.
Makanya kubilang...
Yang butuh secepatnya ditanda-tangani,
sudah seharusnya letaknya harus dipisahkan.
Begitu banyak materi...
Yang mana yang harus ditanda-tangani lebih dulu...
Aku begitu banyak kerjaan.
File tanda-tangan yang dibawa ke sini yang depannya ditempeli dengan stiker memo warna kuning.
Sudah kubilang tidak ada stiker warna kuning--
Jika Anda memang tidak melihatnya, berarti saya yang silap.
Maaf, saya undur diri dulu.
-= Urgent: harap segera ditanda-tangani. =-
Sungguh maaf.
Saya akan mengirimkannya satu persatu ke rumah Anda.
Dan juga...
Kupon kopi online yang dapat digunakan di seluruh negeri,
juga akan saya kirimkan satu persatu ke rumah Anda semua.
Sekali lagi saya minta maaf.
Maaf.
Jeong Bujang bagian marketing juga sudah menanda-tanganinya.
Maaf, Daeri-nim.
Tentu saja harus minta maaf.
Kim Dong Woo, kau lupa...
atau sama sekali tidak dikonfirmasi ulang?
Aku tidak konfirmasi ulang.
Hari itu jelas-jelas aku--
Daepyo-nim mencarimu.
Tahan dia! Jangan sampai dia kabur!
Setelah aku balik nanti mau kumaki-maki dia.
Saat meeting kemarin aku bilang ke karyawan yang lain harus bekerja seperti Yoon Jin Ah.
Toko di Silib itu dibuka oleh Hyeong-nim ku.
Jadi aku sudah berjanji padanya untuk lebih memperhatikannya.
Sekarang terdengar seperti omong kosong belaka.
Maaf.
Kau bilang sama sekali tidak ada orang yang mengantarkan dokumen untuk ditanda-tangani olehmu?
Ah... itulah laporan yang saya terima.
Sepertinya...
Berhubung telah melakukan kesalahan, sudah seharusnya membereskannya.
Iya, produknya akan dikirim menggunakan paket ekspres.
Kupon kopi online yang akan digunakan sebagai kompensasi akan menyusul belakangan.
Selesai begitu saja?
Semua ini terjadi dikarenakan kelalaianku.
Saya akan menggunakan dana pribadi saya untuk menyelesaikannya.
Bukankah kau sangat kompeten dalam bekerja?
Baiklah, kau keluar dulu.
Sungguh harus diselesaikan dengan baik dan benar sekali-sekali.
Orang-orang sepertinya terlalu malas.
Mau satu?
Kata-katamu ini sudah cukup menghiburku.
100 biji 'kan?
Aku sudah buka PO untuk produknya.
Dan meminta mereka untuk kirim secepatnya.
Bujang-nim, kapan Anda...
Terima kasih.
Yoon Daeri kau harus lebih percaya diri. Begitu lebih cocok denganmu.
-= Jumlah uang yang diperlukan untuk pembayaran kartu department store pada 25 Januari adalah 211.690 Won =-
Timingnya bisa pas betul.
Oh, Ye Eun?
=Daeri-nim di mana? Saatnya makan siang.=
Oh, aku sudah ada janji.
=Beneren ada janji?=
=Kalau belum, pergi denganku saja.=
Kenapa kau tidak percaya kata orang sih?
Kau makanlah dengan Dong Wook.
Jangan hiraukan aku.
Dong Wook sudah pasti ngumpet dan nangis di pojokan.
=Baiklah, Daeri-nim juga jangan lupa makan ya.=
Baik.
=Mau makan sama-sama?=
Kita taruhan main bilyar. Yang kalah traktir makan jjajangmyeon.
Aku sudah punya janji.
Apa?
Kau 'kan gak punya teman?
Karena itulah aku punya banyak cewek.
Apa? Kau serius?
Di sini enak.
Jika aku benar membawamu ke restoran gourmet, bisa jadi aku diomelimu.
Siang biasanya kau ke mana?
Ah, aku tidak ingin ingat-ingat itu.
Yang ada nanti bisa merusak suasana ini.
Mau minum segelas wine?
Apaan? Sekarang ini masih jam kerja.
Mendobrak hal yang tabu itulah yang disebut profesionalitas.
Serius?
House wine kalian apa saja?
Oh, house wine ya?
Bisa kami lihat menunya?
Boleh.
Tolong hitung makanan di meja kami.
Sudah dibayar oleh pria itu.
Hei, kenapa kok malah kau yang bayar?
Nanti aku diomeli Kyeong Seon Eonni dikira aku memeras adiknya.
Makan siang ke depannya menjadi tanggung-jawabmu.
Iya.
Yang pasti berkat kau,
aku menikmati makan dengan senang dengan suasana yang menyenangkan.
Tabu juga.
Setelah mencicipi rasa sseperti ini,
Yoon Jin Ah, habis deh kau setelah ini.
Siang makan terlalu banyak.
Isa-nim, Anda sudah makan?
Masalah order pengiriman tersebut...
Tidak bisa kau serahkan lebih awal?
Kau biasanya sangat kompeten dalam bekerja, kenapa bisa seperti itu?
Maaf, lain kali tidak akan terjadi lagi.
Itu...
Statistik total penjualan nasional bulan lalu sudah selesai dikerjakan?
Atau masih belum?
Yang itu sudah...
Nanti saya buatkan satu untuk Anda.
Hwaiting!
=Yoon Jin Ah, sadarkan dirimu!=
=Tidak boleh sama sekali! Sama sekali!=
=Masa depan yang kau bicarakan itu...=
=Jika kau masih berhubungan dengan orang seperti Lee Gyoo Min itu...=
=Itu pun tidak akan kau dapatkan.=
Nasib itu digunakan untuk mengembangkan diri sendiri.
Masa depanmu akan seperti apa ada di tanganmu sendiri.
Jadi kau dengarkan aku baik-baik.
Aku tidak ingin melihatmu menderita.
Kau tahu, 'kan?
Aku tahu, jangan khawatir.
Nanti kutelepon lagi ya?
Aku pulang dulu ya.
Iya.
Hati-hati di jalan.
Pulanglah.
Kenapa kau tidak membalas SMS ataupun teleponku?
Apa yang ingin kau katakan?
Di sini tidak pas untuk bicara.
Kita cari tempat yang sepi buat ngobrol bagaimana?
Gak usah! Lekas katakan apa yang ingin kau katakan!
Tidak seharusnya kita berpisah seperti ini.
Mari kita bicara dengan baik-baik.
Sudah kubilang bicara di sini saja.
Hei, apaan?
Pura-pura menjadi pacarmu.
Kau harus bersikap yang wajar ya.
Senyum, ayo senyum.
Hei, bentar, bentar.
Siapa orang ini?
Kau siapa?
Aku pacarnya Jin Ah.
Enyah!
Apa katamu?
Kusuruh kau enyah!
Kau stalker ya?
Mau aku lapor polisi?
Jin Ah, siapa orang ini?
Kantor polisi ya?
Aku mau lapor ada seorang stalker.
=Apaan ini?=
=Kau lagi bermasalah?=
Kita bicara lain kali.
=Dasar sinting.=
=Apa yang mau kau laporkan?=
Nanti baru kutelepon lagi.
Aku bisa mati dihajar Nunaku.
Aku akan membantumu menyelesaikannya.
Aku yang terlalu usil.
Ngga juga.
Kenapa sepanjang jalan kau membisu?
Seolah-olah kau sedang marah.
Aku merasa malu.
Aku sungguh tidak berguna.
Sampai adiknya temanku harus pasang badan membantuku.
Apaan sih ini? Sungguh memalukan.
Aku sama sekali tidak merasa kaget.
Karena Nuna tidak pintar dalam hal menilai cowok.
Kata siapa bukan?
Harusnya kau bilang kau itu beruntung.
Jika tidak, seumur hidupmu kau akan terperangkap dengan pria seperti itu.
Kau sungguh beruntung.
Kata-katamu terdengar merdu di kuping.
Anu... Joon Hee...
Apa?
Anu... perusahaan kopi yang berada di lantai bawah gedung ini yang pernah kau singgung itu... aku ingin kenalan seorang Nuna yang di situ.
Tolong comblangi dong!
Ada apa dengan pandangan ini?
Masa gak boleh?
Kau salah makan obat ya?
Hei, cowok dan cewek baik-baik apa salahnya dicoblangi?
Jangan-jangan kau juga naksir dia?
Apa maksudmu?
Kalau memang bukan, terus kenapa kau kesal?
Jujur saja, Kang Se Yeong itu paling populer di seluruh gedung ini.
Aku ngaku.
Terus nitip pesan saja ku tidak boleh?
Tidak boleh titip pesan?
Siapa?
Sampai di sini dulu hari ini.
Baik.
- Tidak usah khawatirkan ini. Kau langsung saja telepon para pemilik toko dan informasikan mengenai meeting sore nanti. - Oh, baik.
Aku bantu.
Kau tidak usah merasa bersalah.
Gosip tentangku itu cepat lambat juga akan tersebar.
Aku mengerti apa maksudmu.
Tapi yang tidak kumengerti kenapa aku harus merasa bersalah?
Lalu kenapa kau mengerjakan semua ini yang belum pernah kau kerjakan sebelumnya?
Kang Daeri biasanya tidak sudi.
Sebenarnya aku ingin bertanya sesuatu padamu.
Kemarin...
Yang kumaksud bukan mantan pacarmu lho! Tapi cowok penyelamat yang tiba-tiba muncul itu.
Siapa dia?
Ya itu yang kau sebut, cowok penyelamat.
Hubungan gelap?
Apa?
Kalau begitu boleh aku mendekatinya?
Belum punya pacar, 'kan?
Entah, mungkin kali.
Aku juga gak pasti.
Dia itu seleranya tinggi, terus di sekelilingnya juga banyak wanita cantik.
Sepertinya belum ada yang punya.
Cukup berharga buat dicoba.
Aku keluar dulu ya.
Bukannya kau bilang mau bantu aku?
Dagingnya datang.
Baik, Kim Daeri kau duduk di sini sebentar.
Ayo, ayo minum segelas.
Mau kuambilkan daging lagi?
Sebaiknya kau tetap duduk saja.
Daeri sibuk sekali di sana.
Ayo kita bersulang lagi!
Demi masa depan kita, percintaan kita dan karier kita.
Misail! (rudal)
Tapi...
Kami tidak punya misail ini.
Yoon Jin Ah memiliki temperamen yang baik.
Kalau itu aku, gak akan aku dekati orang-orang itu.
Dia mendapatkan gaji ini dikarenakan kesabarannya.
Ada alasannya kenapa dia dipanggil tamborin Yoon.
Aku tahu kau mengagumi Yoon Jin Ah.
Tapi dalam hal ini sebaiknya kau jangan belajar darinya.
Aigoo...
Wanita sisa.
Kim Daeri, ayo kita minum segelas.
Aku ke kamar mandi sebentar.
Aku juga.
Ye Eun... Ye Eun temani aku minum segelas.
Ayo, ayo, ayo.
Minumnya yang santai, yang santai.
Aku pulang dulu ya?
Hati-hati di jalan.
Aku sudah ada janji. Yoon Daeri, tolong ya.
Ini...
Ayo kita juga cepat kabur!
Hei, kalau semuanya pergi kita bisa diomeli.
Memaksakan diri duduk di sana juga bisa diomeli.
Yang pasti, aku cabut dulu ya!
Yoon Jin Ah....
Kaget aku! Ya?
Ayo kita pergi nyanyi.
Anu... maaf aku harus balik ke kantor.
Kau 'kan gak punya pacar, kenapa harus menolak?
Pulang agak malam juga gak apa-apa.
Waktu punya pacar pun aku tidak pernah menolak.
Hari ini aku sungguh masih ada kerjaan yang harus kuselesaikan.
Aku permisi dulu.
Daeri...
Dia barusan nantang aku ya?
Chajang-nim sepertinya semua orang sudah masuk ke dalam. [Chajang - chief]
Kau masih belum pulang kerja?
Ini mau pulang.
Nuna sendiri?
Kau berniat minum ronde kedua di kantor?
Bisa dibilang ronde kedua, bisa juga dibilang lembur.
Kau ini mau pulang ke rumah ya?
Atau mau pergi jemput Kyeong Seon?
Siapa juga yang mau menculik Nunaku?
Aku mau ke klub.
Klub?
Saat-saat yang menyenangkan.
Mau menggombali cewek-cewek?
Di sekelilingku selalu dikelilingi oleh cewek-cewek.
Kalau yang ini aku sama sekali tidak usah khawatir.
Bentar.
Ya, Se Mi?
Oppa masih di kantor nih!
Iya, aku akan segera berangkat.
Aku berangkat sekarang. Iya.
Berangkatlah.
Ya, Ji Hye?
Oh, di mana?
Iya, baik.
Iya, ketemu nanti?
Damn!SuperSub Indonesia Facebook Fanpage: facebook.com/DamnSuperSubIndo
Kunjungi blog Damn!SuperSub Indonesia di: ~ ngesub.com ~
~ Follow twitter kami di: @DSSIndo dan @ngesub dan nantikan episode berikutnya. ~
-= Cuplikan Episode Berikutnya =-
Terhadap yang namanya patah hati...
Cinta yang baru adalah merupakan obat yang mujarab.
Ayo cepat cari lagi.
Omongan dan perilaku pria...
Berapa banyak yang boleh kupercayai?
Semuanya adalah bohong.
Yoon Jin Ah sepertinya sangat rajin.
Tapi kenapa belakangan ini begitu banyak kasak-kusuk?
Itu karena kau terus menahan diri.
Karena itulah Gong Chajang semakin melecehkanmu, Daeri.
Tidak ada orang yang dipuja?
Ternyata ada.
Umurnya berapa? 23? 24?
35.
Kau bisa punya perasaan sayang terhadap orang seperti itu?
Asalkan wajah cantik, para pria akan tergila-gila?
Nuna lebih cantik.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.