Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
"Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"
"Pemirsa diharap bijak"
Subtitles brought to you by the The On Fire Penguins Team@ Viki.com
Alih bahasa: @SULTAN KHILAF
Ini, ini, ini!
Episode 1
Ayah.
Berita tentang penyakit raja jangan sampai tersebar.
Beritahu mereka agar tetap tenang.
Jika pelayan berbicara tentang hal itu, mereka akan mati.
Ayah.
Tapi, dia bertahan selama beberapa tahun ini.
Raja akan siuman.
Putera mahkota masih sangat muda.
Raja akan siuman.
Ini untuk istana Myung Rae.
Beri jalan, kami sedang terburu-buru. Ini Yang Mulia, Pangeran Eun Sung.
Bajingan gila ini berpergian di hari yang dingin seperti ini.
Kasar sekali kau! Bersikaplah sopan pada Yang Mulia.
Pergilah sebelum aku melaporkanmu, atau tunjukkan izin masukmu.
Bahkan saat kita baru mengadakan pemakamannya, kau masih berbicara tentang Putra Mahkota Eun Sung?!
Dia orang yang sangat penting, jadi segera panggil pelayan istana.
Yang mulia.
Kita harus memanggil Kepala Kasim atau pelayan Anda.
Begitu mereka keluar dan mengenali Anda...
Aku tidak bisa membiarkan kalian pergi seperti ini, beraninya kalian menyuruhku untuk memberi jalan?!
Untuk mengetahui rencana para bajian pengemis...,
...Aku harus membawa kalian dan mendengarkan apa yang kalian rencanakan!
Bawa mereka!
[Pangeran Jin Yang, Lee Kang]
[Raja sedang dalam keadaan koma. Ratu menghilang. Keberadaannya tidak diketahui.]
[Yoon Na Gyeom]
Kerja bagus. Hati-hati dijalan.
Kita berada di tingkat yang sama.
Setengah dari orang-orang ada di pihak raja dan pihak ibunya,
dan setengah lainnya ada di pihak kita.
Apa yang akan Anda lakukan? Penyakit Raja sangat parah.
Ibu raja tidak bertemu denganmu atau negarawan.
Jika Anda kehilangan kesempatan ini sebelum dia meninggal...
Sebelum peristiwa buruk terjadi,
kita harus mendapatkan gomyeong (wasita raja.)
Sementara Putra Mahkota Eun Sung tidak ada di sini,
jika Anda mendapatkan gomyeong,
...tahta akan menjadi milik Anda, Yang Mulia.
Aku akan pergi ke istana.
Oraboe-nim, hubungi Menteri Keuangan dan menteri pengadilan lainnya untuk masuk istana.
Baik.
- Anda harus ganti pakaian. - Nyonya, ada tamu yang datang.
Anggota keluarga kerajaan Weol Yeong telah menawariku untuk menikah dengan Anda.
Aku meminta Anda untuk menyerah. Aku sudah mendengarnya dari Pangeran.
Jadi, tolong selesaikan masalah ini.
Bukankah kau menginginkan pengantin pria lain?
Apa maksud Anda?
Kau menolak menjadi wanitaku selama tiga tahun.
Aku memberimu pilihan yang berbeda dengan kemurahan hati.
Apa Anda memintaku untuk menjadi penggali emas?
Hwi,
tidak akan kembali.
Anak itu sudah meninggal.
Kau harus menerimanya.
Orang yang dengan kejam mendorong saudaranya...,
adalah Anda, Pangeran.
Dia pergi dengan keinginannya sendiri. Dia memiliki rasa tanggung jawab sebagai pangeran bangsa ini.
Apa Anda ingin...
...menghancurkan hidupku?
Weol Yeong adalah sepupuku.
Menikah dengan seseorang dari keluarga kerajaan berarti hidupmu akan hancur?
Gadis-gadis lain pasti akan terkejut mendengarnya.
Aku tidak ingin menikah!
Aku tidak ingin menjadi mempelai wanita siapa pun.
Kau benar-benar tidak menyukai Weol Yeong?
Karena kau merasa seperti itu, datanglah kepadaku.
Aku akan menerimamu, bahkan sekarang.
Aku membuang-buang waktu dengan datang kesini.
Dengan percaya bahwa masih ada seorang pria yang baik yang tinggal di dalam diri Anda...,
Aku bodoh.
Hati-hati di luar sana saat malam hari. Kau akan segera menjadi pengantin wanita.
Apa yang Anda lakukan, Asshi?
Apa tidak cukup memiliki satu Pangeran?
Apa kau tak kenal takut, atau tidak tahu hukum, atau kau memang tidak tahu apa-apa?
Berani-beraninya kau menemui seorang pria dari rumah orang lain?
Apa kau khawatir?
Apa kau masih belum memiliki kepercayaan diri?
Itukah sebabnya kau ingin menyingkirkanku seperti ini?
Harusnya kau bersyukur. Jika bukan karena kami, kau pasti sudah mati sebagai hantu perawan.
Apa kau lupa saat-saat ketika kita bersahabat?
Apa kau tidak tahu kalau kaulah yang mengakhiri persahabatan kita?
Saat kau mulai merayu para pangeran,
kita bukan sahabat lagi.
Hidupku, takdirku,
bukan kau dan suamimu yang menentukannya.
Jika kau sungguh tidak ingin menikah, kenapa kau tidak bunuh diri saja?
Ayo pergi, Asshi. Anggap saja Anda tidak mendengarnya. Ayo pergi!
Jika kau ingin mati, kenapa kau tidak meninggal tiga tahun yang lalu?
Cinta yang luar biasa yang kau miliki, jika kau akan meninggal, kau pasti memiliki cinta dan pengabdian pada satu orang, dan kau pasti dipuji.
Ayo pergi. Cepat pergi.
Semoga kau bahagia!
Menikahlah, memiliki anak laki-laki, dan hidup bahagia!
Kenyataan bahwa kau seperti gadis lain di luar sana,
bahwa kau menyedihkan dan materialistis! Tunjukkan pada seluruh dunia!
Yang benar saja.
Dingin!
Yang benar saja. Biar kulihat, biarku lihat. Kemari.
Ini belum bersih.
Kau mau mati?
Ayo cuci sekali lagi.
Wajahku akan membeku!
Lihatlah semua kulit mati itu!
Keluarkan ingusmu!
Sekali lagi. Cuci sekali lagi.
Apa dia bisa melakukannya?
Dia tidak bisa berbahasa Korea dengan baik.
Ratu. Tidak akan jadi masalah begitu aku menemukan ratu.
Ibu. Ibu ratu.
Benar.
Ibu, ibu ratu.
[Kartu Izin Masuk.]
Kau bisa masuk.
Jangan pedulikan, terus jalan.
Ibu... ratu.
Benar.
Yang mulia! Yang mulia!
Jangan seperti ini.
Malam ini, kembalilah dan istirahatlah.
Tidak, tidak apa-apa. Aku akan berganti pakaian dan menemui raja.
Jika Anda melakukan itu, Anda akan pingsan.
Ratu akan mengalami masa-masa sulit jika dia sendirian.
Beraninya kau! Berani-beraninya kau menghalangi jalan Ibu Ratu?
Ratu?
Ah, ibu. Ibu ratu.
Kau tidak mendengarnya? Bawa dia pergi sekarang!
Apa ada orang disana?
Panggil penjaga kerajaan. Penjaga kerajaan!
Hwi.
Yang mulia.
[Hwi]
Hwi.
Ini,
ini...
Darah Hwi.
Anakku, Hwi!
Ya.
[Pangeran Eun Sung, Lee Hwi]
Anakmu yang tidak layak,
telah kembali sekarang, dan...
...memberi salam pada Ibu Ratu.
Kau masih hidup?
Kemana wajah seperti bunga itu?
Betapa sulit... Betapa sulitnya hal itu bagimu.
Raja sedang...
...sekarat.
Surga pasti kasihan pada Ibu.
Karena itu mereka mengembalikanmu padaku.
Anda tidak bisa masuk hari ini.
Karena Yang Mulia sakit, aku membawakan obat.
Aku akan memberikannya kepada Yang Mulia, jadi beritahu mereka kalau aku ada di sini.
Ibu Ratu memerintahkanku untuk tidak membiarkan siapa pun masuk malam ini.
Apa kau memperlakukan adik laki-laki Yang Mulia sebagai orang biasa?
Silakan kembali di pagi hari.
Aku bilang aku akan memberikan obat ini pada Yang Mulia.
Jika sesuatu yang buruk terjadi pada Yang Mulia malam ini...,
...apa kau siap menerima akibatnya di kemudian hari?
Minggir!
Yang Mulia!
Yang Mulia!
Yang Mulia!
Ibu.
Apa yang terjadi?
Bagaimana dengan Yang Mulia?
Raja sudah meninggal.
Kepala Kasim.
Bagaimana ini bisa terjadi?
Ibu seharusnya memanggil pembantu terdekat Yang Mulia.
Siapa yang akan menerima wasiat terakhirnya?
Jangan khawatir.
Pangeran Eun Sung?
Aku menerima surat wasiat.
Sampai Pangeran Mahkota dewasa,
Ibu Suri akan bertindak sebagai wali
dan para Pangeran akan bersumpah untuk setia kepada Putra Mahkota.
Itu...
...wasiat terakhir raja yang sudah wafat.
Kau sudah menerima...
...wasiat terakhirnya?
Aku kembali, Hyung-nim.
Aku tidak mati.
Aku masih hidup.
Tolong kembali pada kami, Raja!
Tolong kembali pada kami, Raja!
Tolong kembali pada kami, Raja!
- Kau punya banyak bekas luka. - Karena sering berperang.
Syukurlah kau masih hidup dan kembali.
Aku tidak bisa mati karena ada seseorang yang menungguku.
Karena kau telah kembali pada saat meninggalnya Raja...,
...aku tidak bisa bahagia karena raja meninggal dunia.
Pasti sulit bagimu. Kau bahkan tidak bisa bertemu wanita itu.
Sebaiknya jangan menemui wanita...
...yang akan menikah. Maksudku, Nona Ja Hyeon.
Tapi, karena kalian sudah lama berteman...,
...dia akan sangat senang melihatmu kembali dengan selamat.
Ja Hyeon akan menikah?
Dia akan menikah dengan anggota keluarga kerajaan Weol Yeong.
Yang Mulia! Yang Mulia!
Anda siapa?
Hei, apa yang Anda lakukan? Anda mau kemana?
Dimana para Tetua? Dimana wanita itu?
Ada masalah apa?
Kenapa ribut-ribut?
Pagi ini, di rumah orang lain, apa yang sedang kau lakukan?
Tuan, ini aku, Eun Sung.
Apa kau masih hidup, atau apa kau hantu?
Raja telah meninggal dunia.
Yang Mulia!
Yang Mulia!
Anda harus menemui putri Anda. Beritahu kalau aku kembali dan...
...aku masih hidup, tolong beritahu dia.
Tidak perlu.
Kau... apa yang kau lakukan?
Aku akan pergi ke pegunungan. Aku akan menjadi seorang biarawati Budha.
Dengarkan aku!
Pangeran kembali.
Dia masih hidup.
Dia datang untuk menemuimu.
Hentikan.
Dia akan menikahi pria lain.
Yang Mulia, jangan!
Nona, Nona Ja Hyeon!
Yang mulia.
Yang mulia.
Silakan pulang.
Anda harus kembali dan melindungi tahta Anda.
Nona!
♫ Bahkan senyum tidak muncul. ♫
♫ Kerinduan menumpuk ♫
♫ Semuanya terlihat rusak ♫
- Yang Mulia. ♫ Sekalipun aku mencoba memperbaikinya ♫
♫ tidak ada yang bisa kulakukan ♫
♫ Karena kau, ini berkarat. ♫
♫ Pada hari ini, apa yang harus kulakukan?
♫ Karena aku tidak bisa bernafas ♫
♫ Karena aku tidak bisa bernafas, itu terasa sesak ♫
♫ Sebanyak yang kita tangisi, cinta bodoh ini ♫
♫ Kau masih belum tahu. ♫
Selesai.
[Satu bulan bersinar di dua tempat, dua orang terpisah ribuan mil, bersedia mengikuti bayang-bayang bulan ini, malam demi malam bersinar]
Cepat pergi.
Apa kau bilang aku tidak bisa datang kesana lagi?
Kali ini juga? Mereka menyuruhku untuk tidak datang?
Raja sibuk dengan urusan kerajaan, jadi Raja bilang akan memanggil Anda, bukan hari ini tapi di hari lain.
Suatu hari, itu selalu "hari lain!" Kapan itu?
Maafkan aku, Yang Mulia. [Pangeran Jin Yang]
Aku akan pergi kesana hari ini.
Yang mulia!
Wajah ayahku dan sentuhan ibuku,
Aku bahkan tidak bisa mengingatnya.
Aku tidak ingin lagi tinggal sendirian disini.
Mereka melarang Anda datang bukan karena mereka tidak menyukai Anda.
Baru-baru ini ada urusan istana....
Aku bilang aku akan pergi kesana.
Jika ada urusan seperti itu, bukankah seharusnya aku lebih tahu?
Aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi.
Aku pangeran Joseon!
Aku pangeran Joseon!
Pangeran berada di pintu masuk dan meminta izin untuk masuk.
Katakan padanya untuk pergi.
Kita sudah melarangnya selama berhari-hari.
Jika Anda ingin pergi dan tinggal di daerah Daegoong...
Bisakah kau mengatakan itu saat melihat putera mahkota dalam keadaan seperti ini?
Belum saatnya. Belum.
Minggir! Kalian tidak mau minggir?
Aku adalah pangeran kedua dari negara ini. Lee Kang.
Kami tidak mendengar kalau Anda akan memasuki istana hari ini.
Yang Mulia, Anda harus kembali.
Setelah menemui Ratu, aku akan kembali dengan membawa izin masuk istana.
Sudah kukatakan aku tidak ingin menunggu lagi!
Aku harus pergi ke istana sekarang juga, hari ini!
Yang Mulia, ini Gi Teuk.
Silahkan masuk.
Apa kakakku datang?
Soal itu, begini...
Bahkan jika aku kepanasan dan mati di depan istana, aku tidak akan kembali!
Aku akan bertemu ayah dan ibuku!
Yang Mulia, Anda tidak bisa melakukannya hari ini.
Jika Anda kembali sekarang, maka besok Anda bisa mendapatkan persetujuan--
Hyungnim!
Syukurlah kau datang.
Kau tahu sudah berapa lama aku menunggumu?
Kau harus masuk, ibu sudah menunggumu.
Yang Mulia, pangeran tidak bisa masuk istana hari ini.
Beliau bisa datang lain waktu.
Kau sangat tidak sopan.
Dia adalah kakakku. Jika dia ingin masuk istana,
atas perintah siapa kau berani menghalangi pintu masuk?
Bukan begitu, Yang Mulia.
Itu perintah dari orang-orang yang lebih tinggi.
Aku yang akan bertanggung jawab untuk ini.
Beri jalan!
Ayo masuk.
Apa kau tidak mendengar tentang perintah yang melarangmu masuk istana untuk sementara?
Aku sudah mendengarnya.
Bahkan saat para pelayan istana dan penjaga menyuruhmu menunggu.
Anak muda sepertimu bersikap keras kepala.
Ibu, akulah yang keluar dan membawanya ke sini.
Kakak tidak melakukan kesalahan.
Kau membawa adikmu ke sini dan tidak menaati orang tuamu.
Aku sudah lama tidak bertemu Ibu, setelah bertahun-tahun menunggu.
Karena aku sangat ingin melihat Ibu lebih dari apapun, hati kecilku tidak punya pilihan selain menolak perintah.
Tidak bisakah Ibu mengerti?
Kau sudah membersihkan kamar kakakmu?
Aku akan menggunakan kesempatan ini untuk mendekorasi pintu dan dinding kamarnya.
Kamarnya didekorasi dengan baik, hanya dengan produk terbaik.
Tapi, Ibu.
Apa hukum istana menempatkan adik laki-laki di atas kakak laki-laki?
Apa?
Kenapa kau, adik laki-lakiku, duduk di kursi yang begitu tinggi dan melihatku memberi hormat?
Maafkan aku, Hyungnim.
Jangan kesal, Hwi hanya ingin melihat wajahmu.
Tidak, akulah yang tidak memikirkannya.
Kau tidak marah pada adikmu. Kau marah padaku, ibumu.
Sebelum kau menjadi anakku, kau adalah pangeran bangsa ini.
Alasanku tidak bisa mempertahankanmu di sampingku sampai hari ini dan kau dibesarkan di luar istana,
adalah karena untuk masa depan negara ini.
Tariklah penghinaanmu dan sombongkan dirimu.
Membayangkan kakak kembali, aku menulis ini untuk kakak.
Satu bulan bersinar [Satu bulan bersinar di dua tempat]
di dua tempat,
Dua orang [Dua orang terpisah ribuan mil]
terpisah ribuan mil,
Bersedia mengikuti [Bersedia mengikuti bayangan bulan ini,]
bayangan bulan ini,
Malam demi malam cahaya menyinari [Malam demi malam cahaya menyinari para pria pemberani]
para pria pemberani.
Apa kau dan kakakmu, yang ada dalam puisi itu?
Ya.
Seperti cahaya bulan yang bersinar, jangkauan cinta orang tua meluas jauh.
Ia mencapai setiap dan semua tempat.
Tapi jarak antara kakakku dan aku sangat jauh.
Jadi, aku mengungkapkan perasaan ingin mengikuti cahaya bulan ke tempat kakak berada, setiap malam.
Perasaan kerinduan itu benar-benar tampak dalam puisi itu.
Adikmu punya bakat membuat puisi.
Ketika utusan dari China tiba, mereka membuat banyak masalah karena ingin membawa tulisannya.
Puisi Hwi sama dengan hati ibumu.
Sambil menunggu...
...dan terus menunggu, Ibu merindukanmu.
Hyungnim.
Jika kau memasuki istana pada hari yang baik, kami akan mengadakan pesta penyambutan untukmu.
Karena kondisi putera mahkota, suasana istana seperti ini.
Aku hanya kembali ke istana. Aku belum "memasukinya," aku hanya kembali.
Aku hanya kembali ke tempat di mana aku seharusnya berada.
Kau tidak tahu sudah berapa lama aku menunggumu?
Anak laki-laki sepertimu, jangan dekat-dekat denganku.
Yeon Hee, apa yang kau lakukan?
Aku ingin membersihkan sepatu Anda.
Bukankah aku sudah menyuruhmu mengurus dirimu sendiri? Kenapa kau melakukan itu dengan tangan terluka?
Tanganku yang lain baik-baik saja.
Melakukan hal ini tidak menunjukkan kesetiaanmu.
Jika kau ingin membuatku bahagia,
jangan bersedih dan jangan sakit.
Bukankah aku sudah menyuruhmu untuk mengurus tubuhmu dulu?
Jangan banyak bergerak dan membuat lukamu lebih parah.
Kau bisa pergi dan beristirahat.
Jika kau merasa lebih baik, kita bisa bermain petak umpet, yang kau sukai.
Dengan kakakku.
Sungguh?
Maafkan aku, Yang Mulia.
Aku tidak bisa menghentikan Pangeran Kang.
Lee Kang seharusnya tidak dibawa ke sini lebih awal.
Bukankah demam Pangeran Mahkota semakin memburuk?
Dengan adanya Pangeran Kang disini, itu bisa saja lebih buruk.
Bukankah dia sudah dewasa?
Meski pangeran lainnya harus tumbuh dengan baik, putra mahkota harus sehat.
Lalu, semuanya akan berjalan dengan baik.
Bukankah anak sulung tidak pernah menjadi raja sejak Joseon terbentuk?
Kau benar-benar mengganggu.
Paman!
Oh, makanan istana pasti lezat. Kau bertambah berat.
Kau sudah terbiasa dengan wajah orang-orang di istana?
Ya. Semua orang memperlakukanku dengan baik.
Begitulah seharusnya. [Pangeran Yang Yan]
Karena keserakahan mereka sendiri, karena kau adalah anak yang dicampakkan,
mereka setidaknya harus bersikap baik kepadamu, meskipun itu karena mereka merasa menyesal.
Apa kau tahu kenapa kau diperlakukan seperti itu?
Kudengar itu karena aku terlalu lemah, aku harus merawat tubuhku.
Secara historis, bukan kerabat langsung yang menjamin untuk mendapatkan suksesi keluarga kerajaan Joseon.
Jika kau berada di sini, takhta menjadi lebih tidak stabil bagi putera mahkota.
Putera mahkota tidak sehat.
Mereka menyalahkanmu dan membuang bayi yang baru lahir seperti itu.
Bukankah itu lucu?
Aku adalah anak tertua, tapi raja yang naik takhta saat ini...
...sedang berusaha untuk membuat putra sulung menjadi putra mahkota dan mengancammu.
Bagaimana dengan Hwi? Dia adalah adik laki-laki sepertiku.
Kenapa mereka hanya mengusirku dan membesarkannya di istana?
Karena kau yang paling berbahaya.
Penampilan Hwi itu indah.
Dia dipanggil jenius karena puisinya dan tulisannya.
Jika kau, sama seperti pangeran lainnya...,
...telah menerima pendidikan yang layak di istana, kau pasti akan lebih hebat daripada dia dalam puisi.
Orang yang memiliki kualifikasi untuk menjadi raja, yang menimbulkan bahaya bagi putra mahkota, adalah kau.
Jadi jangan khawatir, kau memiliki paman disisimu.
Meski aku berbagi takhta dengan raja saat ini, aku masih orang tertua di sini.
Berlatihlah dengan semua yang kau miliki. Denganmu, keponakanku....,
Paman ingin pergi berburu.
Aku akan menghitung sampai sepuluh!
Satu, dua, tiga, empat...
Lima, enam...
Hyung!
- Tujuh... - Lewat sini.
Sembilan, sepuluh.
Ketemu kau.
Sekarang giliran Anda untuk mencari.
Maafkan aku. Aku tidak bisa mengenali Anda dengan cepat, Yang Mulia. Silakan bersembunyi lagi.
Aku akan menemukan orang lain.
Kau pikir aku tidak bisa bermain petak umpet?
Bukan begitu,
Anda tidak tahu aturannya dengan baik, dan kupikir aku harus membiarkan Anda untuk pertama kalinya.
Kau hanya ingin menemukan Hwi dan bukan aku.
Dia bersembunyi dengan baik, jadi tidak mudah menemukannya.
Anak itu baik dalam hal ini dan itu. Dia pandai bersembunyi dan mencari juga?
Kau Yeon Hee, bukan? Mulai hari ini, datanglah ke istanaku.
- Tapi... - Kenapa? apa itu sesuatu yang tidak bisa kau lakukan?
Aku sudah memiliki seseorang yang kulayani.
Kau tidak tahu kalau aku lebih tinggi dari pada Hwi? Semua yang dimiliki Hwi, tidak peduli apa pun, aku bisa memilikinya.
Aku bukan semacam barang yang bisa diberikan dan diambil.
Tidak masalah jika itu adalah barang atau seseorang, selama aku menginginkannya, itu akan menjadi milikku.
Aku akan memberitahu Kepala Kasim dan membawa pelayan muda untuk Anda.
- Apa kau tidak menyukaiku? - Bukan begitu, Yang Mulia.
Aku telah melayani Pangeran Hwi sejak aku masih sangat muda.
- Jika sudah memilih Tuan, kami harus tinggal dengannya. Ini sudah aturannya. - Apa kau sangat menyukai Hwi?
Yang mulia! Yang mulia! Anda dimana? Tolong keluar.
Apa yang salah denganmu?
Aku sedang bersembunyi. Kenapa kau membuatnya begitu mencolok? Apa kau ingin aku menjadi pencari yang buruk?
- Bukan itu masalahnya, Yeon Hee diserang! - Apa?
Ketika seorang yang lebih tinggi mengatakan itu, kau harus pergi dan datang sesuai keinginan mereka.
Kau lebih rendah dariku, dan kau bersikap keras kepala untuk pergi dan tidak pergi?
Yang Mulia, tolong tenanglah. Aku tidak bisa meninggalkan tuanku.
Apa kau memandang rendah diriku karena besar di luar istana? Aku peringkat kedua setelah putra mahkota.
Aku lebih tinggi peringkatnya daripada Hwi.
Ada apa dengan Anda, Yang Mulia?
Jangan hina aku. Aku bilang ikut denganku.
Tidak, tuan yang harus aku patuhi bukan Anda, Yang Mulia.
Aku tidak bisa pergi ke istana lain. Tidak bisa!
Apa katamu?
Yang mulia!
- Tolong selamatkan aku. - Kau membenciku, 'kan?
Tolong selamatkan aku, Yang Mulia. Yang mulia.
Kalau begitu, mati saja.
Hyung, bagaimana dengan Yeon Hee, kau melihat Yeon Hee?
Yang mulia!
Yeon!
Pergi dan panggil seseorang!
Ya, Yang Mulia.
Yeon! Yeon!
Bagaimana ini bisa terjadi?
- Bagaimana dia bisa jatuh? Kenapa Hyung tidak turun dan membantunya?! - Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan.
Seharusnya Hyung memanggil seseorang! Hyung seharusnya berusaha menolongnya!
Bisa-bisanya kau melihatnya mati ?!
Dia melompat-lompat karena dia senang sudah menemukanku, dan dia jatuh sendiri. Apa yang harus kulakukan?
Gi Teuk melihatnya.
Aku mendengar cerita yang berbeda darinya.
Apa yang Gi Teuk katakan dan lihat? Apa dia melihatku mendorongnya?
Kurasa kita tidak bisa menyelamatkannya.
Yeon.
Yeon, Yeon.
Selamat datang.
Ini dibuat oleh seseorang dengan keterampilan terhebat di Joseon,
khusus dibuat untuk keponakanku.
Paman.
Ada apa? Siapa yang membuat keponakanku ini sedih?
Apa yang harus kulakukan?
Apa aku akan diusir dari sini?
Atau apa aku akan dipenjara?
Siapa yang akan melakukan itu terhadap pangeran?
Jangan khawatir.
Katakan apa yang kau lihat.
Orang terakhir yang dilihat Yeon. Apa tidak ada orang lain selain kakakku?
Aku berada terlalu jauh untuk mendengar apa yang mereka katakan.
Dia sepertinya menyuruh Yeon Hee untuk pindah ke istananya.
Tapi, dia marah saat Yeon Hee mengatakan kalau dia tidak mau.
Dia marah dan mendorongnya ke dalam air.
Kupikir aku tidak bisa membiarkan mereka jadi aku pergi untuk menemui Yang Mulia.
Dia pasti marah.
Dia melompat-lompat karena senang sudah menemukanku.
Apa yang harus kulakukan saat dia jatuh sendiri?
Ambil pakaian kering dari ruang cuci.
Aku perlu berbicara dengan kakakku.
Baik.
Gi Teuk, apa bajunya sudah siap?
Paman.
Apa kau akan menemui Kang?
Ya. Ada yang ingin kutanyakan pada kakakku.
Kembalilah.
Pendam dan lupakan saja.
Seseorang meninggal.
Apa menurutmu Kang akan dihukum?
Seorang pelayan muda yang masih hidup dan pangeran hidup.
Kau tahu siapa keluarga kerajaan yang akan melindungi mereka berdua.
Ratu akan menyingkirkan para saksi.
Kau dilindungi oleh darahku tapi orang lain mungkin akan diurus dengan benar?
Apa ada hal lain yang ingin kau katakan?
Mari kita berduka untuk orang yang meninggal. Kita tidak bisa membunuh orang hidup, 'kan?
Kau perlu mengubur kejadian ini dan harga dirimu.
Dengan begitu, kejadian ini akan berlalu dan tidak perlu mengorbankan orang yang lebih tidak berdosa.
Dimana Gi Teuk?
Anak itu tidak melakukan kesalahan apa-apa.
Apa kau ingin menyelamatkannya?
Jangan mengancamku.
Mengancam? Aku adalah paman yang bahkan akan menyerahkan tahta demi negara.
Aku hanya menginginkan kedamaian keluarga kerajaan.
Yang mulia.
Ampuni aku. Ampuni aku.
Yang mulia. Ampuni aku.
Tolong ampuni aku.
Siapa... siapa kau?!
Siapa kau!?
Ratu akan menyingkirkan para saksi
Apa masih ada sesuatu yang ingin kau katakan?
Setiap hari dan setiap malam,
Ibu mengatakan kalau Ibu merindukanku?
Ibu, aku juga seperti itu.
Aku rindu istana yang aku bahkan tidak ingat.
Aku menangis dan membasahi bantalku setiap malam.
Bagaimana? Apa bagus?
Ini jauh lebih baik dari yang sudah kugunakan.
Ini ringan dan melontarkan anak panah lebih jauh.
Ini bukan hanya untuk latihan tapi juga kau gunakan di kehidupan nyata.
Ini adalah panah yang digunakan untuk perang.
Jika Ayah dan Ibu mencari tahu tentang pelayan itu, apa yang harus kulakukan?
Mereka tidak akan tahu. Hwi tidak akan bisa memberi tahu mereka.
Kau tidak terbelenggu karena kelemahanmu.
Sebagai gantinya kau mengalahkan adikmu karena kelemahannya.
Bukankah itu menyenangkan? Rahasiamu menjadi belenggu Hwi.
Jangan merasa buruk tentang hal itu. Jangan pernah memikirkannya.
Jadilah kuat. Jadilah orang yang lebih berkuasa lagi.
Kekuasaan bisa menutupi kesalahan apapun.
Kesalahan apapun bisa kau lakukan.
Bagaimanapun, kau hanya perlu mendapatkan kekuasaan.
Apa kau ingat saat lengannya Yeon Hee terluka?
Tentu saja.
Hanya untuk mengambil kurma di pohon untuk Yang Mulia, dia memanjat tapi...
Anak muda yang tidak memiliki apa-apa, dia selalu bilang ingin memberiku sesuatu. Dia membahayakan dirinya sendiri, dan mengawasiku...,
Tatapan Yeon Hee selalu mengikutiku.
Ke mana pun aku pergi, aku merasakan kehadirannya.
Dia adalah bunga matahari yang hanya melihat Anda.
Seharusnya aku tidak melakukannya.
Apa Anda menyesal?
Seharusnya aku tersenyum hangat, seharusnya aku mengatakan semuanya padanya.
Jika aku tahu kalau hidupnya begitu singkat, aku akan melakukan segalanya untuknya.
Yang Mulia, karena aku...
Dengarkan baik-baik. Mulai sekarang, kau harus berada di sisiku.
Baik.
Dan ini....
Lupakan kalau hal itu pernah terjadi.
Tidak ada yang terjadi yang berhubungan dengan kakakku.
Aku tidak bisa lagi kehilangan orang-orangku.
Yang mulia.
Aku lemah karena aku masih muda.
Kita bahkan tidak tahu peyebab kematian Yeon Hee. Yang bisa kulakukan adalah melindungimu.
Kau dan aku harus menjadi lebih kuat. Hanya dengan begitu kita bisa saling melindungi satu sama lain.
Yang mulia.
Yeon, apa kau baik-baik saja?
Aku masih penasaran apa kau masih kecil atau sudah dewasa.
Sekarang aku juga tidak bisa membayangkan wajahmu lagi.
Alih bahasa: @SULTAN KHILAF
♫ Tempat yang ingin kukunjungi dan ♫
♫ tempat yang bisa kukunjungi ♫
[Grand Prince]
♫ Aku tidak ingin tahu selamanya. ♫
Hari ini di istana, mereka memainkan permainan memasang Putra Mahkota.
Dia adalah penerus tahta pertama.
Dia adalah anak yang sangat tamak, tidak seperti Pangeran Eun Sung.
Kau dikeluarkan dari kelas untuk menjadi mempelai wanita.
Kudengar kau membuangnya. Karena itu, jangan keluar.
Dia tidak bisa bekerja, dan dia juga tidak tahu malu.
Siapa kau untuk berbicara banmal denganku?
Jangan pernah melupakannya.
Wajahku. Dan namaku.
♫ Aku ragu dalam jalanku. ♫
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.